Laporkan Masalah

Analisis Kerentanan Wilayah Pesisir Terhadap Kenaikan Muka Air Laut di Kabupaten Bantul

AGASI PURNAMA JATTI, Dr.rer.nat. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si.

2022 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Wilayah pesisir Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang memiliki potensi sumberdaya yang melimpah. Wilayah ini memiliki ancaman berupa tingkat abrasi dan kenaikan muka air laut. Kerentanan wilayah pesisir dapat ditentukan berdasarkan karakteristik wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pesisir dan mengetahui tingkat kerentanan pesisir terhadap kenaikan muka air laut di Kabupaten Bantul. Data yang digunakan terdiri dari data morfologi pesisir, kemiringan lereng, perubahan garis pantai, gelombang, pasang surut dan kenaikan muka air laut untuk memperlihatkan kondisi karakteristik wilayah pesisir. Data tersebut didapatkan melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Tingkat kerentanan pesisir di wilayah pesisir dinilai menggunakan data karakteristik pesisir yang diolah dengan metode Indeks Kerentanan Pesisir (IKP) untuk menentukan tingkat kerentanannya. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik wilayah pesisir membentuk tingkat kerentanan pesisir yang berbeda-beda. Tingkat kerentanan terbagi mulai dari tidak rentan, sedang, rentan dan sangat rentan dengan nilai IKP berkisar antara 12,65 – 28,28. Tingkat kerentanan tertinggi berada pada wilayah dengan kemiringan pantai yang landai dengan tingkat abrasi yang tinggi. Tingkat kerentanan yang berbeda-beda perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat dalam mengelola wilayah pesisir agar tetap optimal.

The coastal area of Bantul Regency is an area that has abundant resource potential. This region has a threat in the form of abrasion level and sea level rise. The vulnerability of coastal areas can be determined based on the characteristics of coastal areas. This study aims to determine the characteristics of coastal and determine the level of coastal vulnerability to the increase in sea level in Bantul Regency. The data used consists of coastal morphological data, slope, changes in coastline, waves, tides and sea level rise to show the conditions of the characteristics of coastal areas. The data is obtained through field observation and secondary data from related agencies. The level of coastal vulnerability in coastal areas is considered to use coastal characteristics data processed by the Coastal Vulnerability Index Method (CVI) to determine the level of vulnerability. The results showed the characteristics of coastal areas forming different levels of coastal vulnerability. The level of vulnerability is divided from not vulnerable, medium, vulnerable and very vulnerable to CVI values ranging from 12.65 - 28.28. The highest level of vulnerability is in an area with a sloping slope with a high level of abrasion. Different levels of vulnerability need to be the concern of the government and the community in managing coastal areas to remain optimal.

Kata Kunci : IKP, kerentanan pesisir, kenaikan muka air laut, Coastal Vulnerability Index

  1. S1-2022-412010-abstract.pdf  
  2. S1-2022-412010-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-412010-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-412010-title.pdf