Laporkan Masalah

Deteksi Gen Penyandi Jenis Kelamin Betina Pada Straw XX Sapi Limousin (Bos taurus) Hasil Sexing Menggunakan Primer PLP B 5 (207 bp) Dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

KHARISMA ASMARANI, Dr. drh. Asmarani Kusumawati, M.P.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Inseminasi buatan adalah metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi daging sapi di Indonesia. Nilai inseminasi buatan dapat ditingkatkan dengan menggunakan spermatozoa hasil sexing, yang sudah dipisahkan antara spermatozoa X dan spermatozoa Y dengan harapan agar peternak mendapatkan jenis kelamin anakan sapi betina yang sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Semen sapi Limousin dapat digunakan untuk mendapatkan anakan sapi potong yang berkualitas baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian semen beku hasil sexing melalui verifikasi molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pemeriksaan kualitas semen beku sapi Limousin setelah proses sexing menggunakan BSA dan dilanjutkan dengan verifikasi molekuler. Proses desain primer dilakukan pada laman primer3plus. Proses verifikasi molekuler dilakukan menggunakan metode PCR konvensional dilanjutkan dengan gel elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas spermatozoa post-thawing dan hasil sexing mengalami penurunan dibandingkan dengan semen segar dan post-sexing, namun masih memenuhi persyaratan sebagai semen untuk proses inseminasi buatan (IB). Hasil verifikasi molekuler dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) menghasilkan pita tunggal yang menunjukkan hanya kromosom X pada spermatozoa dari straw XX sapi Limousin membuktikan bahwa proses sexing telah berhasil.

Artificial insemination is a method that can be used to increase beef production in Indonesia. The value of artificial insemination can be increased by using sexed spermatozoa, which have been separated between X spermatozoa and Y spermatozoa with the hope that breeders will get the sex of female calves that are in accordance with the purpose of rearing. Limousin cattle semen can be used to obtain good quality beef calves. The purpose of this study is to find out the suitability of semen sexing results through molecular verification using Polymerase Chain Reaction (PCR). This research was carried out in two stages, namely checking the quality of frozen semen of Limousin cattle after the sexing process using BSA and followed by molecular verification. The primary design process is carried out on the primer3plus page. The molecular verification process was carried out using the conventional PCR method followed by gel electrophoresis. The results showed that the quality of post-thawing spermatozoa and sexing results decreased compared to fresh semen and post-sexing, but still met the requirements as semen for artificial insemination (IB). The results of molecular verification with Polymerase Chain Reaction (PCR) produced a single band that indicated only the X chromosome in spermatozoa from straw XX Limousin cattle, proving that the sexing process was successful.

Kata Kunci : Sapi Limousin, sexing, PCR, Inseminasi Buatan (IB).

  1. S1-2022-427331-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427331-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427331-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427331-title.pdf