Laporkan Masalah

PROFIL LEBAR DISTRIBUSI SEL DARAH MERAH KOEFISIEN VARIASI KAMBING SAPERA PADA BERBAGAI STATUS FISIOLOGI

BERNADETE W N KANDI, Dr. drh. Bambang Sutrisno, M.P.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Kambing Sapera merupakan salah satu kambing penghasil susu dari Indonesia. Kambing hasil persilangan ini, menjadi kambing yang banyak disukai untuk dipelihara oleh berbagai peternak kambing perah belakangan ini. Dalam pemeliharaannya, penyakit hewan adalah salah satu kendala yang dapat menghambat produktifitas dari kambing Sapera, sehingga pencegahan penyakit perlu ditingkatkan. Salah satu cara mencegah kambing ini terserang penyakit ialah dengan melakukan pengecekan profil darah secara berkala, guna memastikan tidak adanya kelainan dalam darah. Kelainan darah yang rentan terjadi pada hewan adalah anemia. Anemia disebabkan oleh kekurangan kebutuhan gizi untuk pembentukan darah. Oleh karena itu, perlu dilihat nilai Red Blood Cell Distribution Width Coefficient Variation (Bagian dari profil darah) untuk mengindikasikan anemia pada kambing Sapera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil lebar distribusi sel darah merah koefisien variasi kambing Sapera pada berbagai status fisiologis. Penelitian ini menggunakan 79 ekor kambing Sapera dengan status fisiologi yang berbeda beda dan berasal dari peternakan di Yogyakarta dan sekitarnya. Sampel darah diambil dari vena jugularis. Lebar distribusi sel darah merah koefisien variasi pada kambing Sapera jantan dewasa 23,99±2,04, bunting 25,96±2,09, betina dewasa 26,38±1,88, dara 24,99±1,73, anak jantan 23,3±2,34, anak betina 24,46±2,42, dan laktasi 25,31±2,32. Analisis statistik menggunakan pengujian One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan signifikan lebar distribusi sel darah merah koefisien variasi pada berbagai status fisiologi (p<0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, nilai lebar distribusi sel darah merah koefisien variasi paling tinggi pada kambing betina dewasa, dan paling rendah pada kambing anak jantan.

Sapera goat is one of the milk-producing goats from Indonesia. This cross-bred goat has become a goat that is favored by various dairy goat breeders lately. In its maintenance, animal disease is one of the obstacles that can hinder the productivity of Sapera goats, so disease prevention needs to be improved. One way to prevent this goat from getting sick is to check the blood profile regularly, to ensure there are no abnormalities in the blood. Blood disorders that are prone to occur in animals are anemia. Anemia is caused by a lack of nutrients needed for blood formation. Therefore, it is necessary to look at the Red Blood Cell Distribution Width Coefficient Variation (part of the blood profile) value to indicate anemia in Sapera goats. The purpose of this study was to determine the red blood cell distribution width coefficient variation profile of Sapera goats in various physiological statuses. This study used 79 Sapera goats with different physiological statuses and came from farms in Yogyakarta and surrounding areas. Blood samples were taken from the jugular vein. red blood cell distribution width coefficient in bucks 23.99±2.04, pregnant does 25.96±2.09, does 26.38±1.88, hpggets 24.99±1.73, young bucks 23.3±2.34, young does 24.46±2.42, and lactation goats 25.31±2.32. Statistical analysis using One Way Anova test showed that there were significant differences in red blood cell distribution width coefficient in various physiological statuses (p<0.05). It can be concluded that the red blood cell distribution width coefficient value was highest in does, and the lowest in young bucks.

Kata Kunci : Kambing, Kambing Sapera, Status fisiologi, Anemia, Lebar distribusi sel darah merah koefisien variasi

  1. S1-2022-430041-abstract.pdf  
  2. S1-2022-430041-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-430041-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-430041-title.pdf