Laporkan Masalah

Manajemen Konflik Desa Wisata : Studi Kasus Desa Wisata Ngelanggeran Gunung Kidul Yogyakarta

ZAKI ARIANTO, Dr. Riza Noer Arfani, M.A

2022 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Konflik merupakan suatu kenyataan hidup yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia, sehingga dengan begitu konflik dapat terjadi dimana saja salah satunya adalah konflik yang terjadi pada pengelolaan desa wisata. Dari banyaknya konflik yang terjadi pada sektor pariwisata terutama desa wisata, terdapat cerita berbeda dari desa wisata Nglanggeran, desa Nglanggeran mampu mengelola dengan baik konflik yang terjadi didalam pengelolaan pariwisata, keberhasilan mengelola konflik tidak terlepas dari manajemen konflik yang dilakukan. Dengan kemampuan yang dimiliki desa Nglanggeran mampu menciptakan sebuah mekanisme manajemen konflik melalui pendekatan partisipasi yang berkaitan dengan kelembagaan dan transparansi, selain itu dengan tata kelola kepariwisataan yang baik proses manajemen konflik mengarah pada transformasi konflik sehingga konflik dapat dikelola secara berkelanjutan dengan memperhatikan pada perubahan isu yakni perlindungan aset desa, sumber daya yang terbatas, regenerasi kepengurusan, tata kelola keuangan dan keterlibatan peran perempuan.

Conflict is a fact of life that cannot be separated from human life. Because of that, conflict can occur anywhere and anytime, for example, in managing tourist villages. From the many conflicts that occur in the tourism sector, especially in tourist villages, there are different stories from the Nglanggeran tourist village. Nglanggeran village is able to manage conflicts that occur in tourism management properly. The success of managing conflict cannot be separated from conflict management. With the capabilities of the Nglanggeran village, it is able to create a conflict management mechanism through a participatory approach related to institutions and transparency. In addition to good tourism governance, the conflict management process leads to conflict transformation so that conflict can be managed sustainably by paying attention to changing issues, namely: protection of village assets, limited resources, regeneration of management, financial management and involvement of women's roles

Kata Kunci : manajemen konflik, desa wisata, partisipasi, transformasi konflik

  1. S2-2022-450079-abstract.pdf  
  2. S2-2022-450079-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-450079-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2022-450079-title.pdf