Laporkan Masalah

Penerapan Contextual Intelligence dalam Kebijakan Luar Negeri China terhadap India di era Pandemi Covid-19

SHANIA ICHA A F, Dr. Ririn Tri Nurhayati, MA.

2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Konflik perbatasan antara Cina-India di daerah Ladakh kembali terjadi pada tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 merebak. Konflik Ladakh 2020 bukanlah konflik perbatasan pertama antara Cina dan India terutama pada masa pemerintahan Presiden Xi Jinping. Konflik ini menjadi sorotan dunia internasional, tersebar isu China threat yang diperparah dengan tudingan Cina sebagai negara penyebar virus Covid-19. Timbul berbagai reaksi yang ditunjukkan oleh India dengan sanksi ekonomi berupa pembekuan kerjasama pada sektor pembangunan infrastruktur dan manufaktur, investasi, hingga boikot penggunaan 59 aplikasi asal Cina seperti Tiktok. Dengan konsep contextual intelligence pada teori smart power, skripsi ini berupaya untuk menganalisis penggunaan contextual intelligence Cina terhadap India di era pandemi Covid-19. Skripsi ini juga melakukan analisis kekurangan contextual intelligence Cina dalam mencapai taraf memengaruhi India dan keberhasilan Cina dalam meredakan friksi dengan India. Cina tidak dapat mengontrol India secara penuh tetapi dapat memengaruhi India untuk meredakan konflik perbatasan. Dalam menganalisis kekurangan contextual intelligence Cina terhadap India pada poin memengaruhi, skripsi ini berfokus pada bagaimana: kultur pragmatisme kebijakan luar negeri Cina terhadap India; pengelolaan sumber power Cina pada konsep dunia tiga lapis papan catur terhadap India; dan kegagalan Cina dalam mengubah kebutuhan dan keinginan India terhadap hubungan bilateral kedua negara. Sementara pada analisis keberhasilan contextual intelligence Cina terhadap India pada poin meredakan friksi, skripsi ini berfokus pada kekuatan pragmatisme dalam hubungan Cina-India, kekuatan materi Cina, kehadiran Rusia sebagai pihak ketiga yang menjembatani hubungan kedua negara, dan desakan internal India di era pandemi Covid-19. Hal yang dapat disimpulkan dalam skripsi ini adalah bahwa Cina dapat menggunakan upaya contextual intelligence di era pandemi Covid-19 untuk mengembalikan hubungan ideal antara Cina-India. Hubungan ideal tersebut adalah hubungan pragmatisme berdasarkan win-win solution pada kerjasama sektor ekonomi dan mengesampingkan konflik wilayah yang bersinggungan di antara Cina dan India.

Border dispute between China-India in Ladakh began again in 2020 when Covid-19 pandemic appeared. Ladakh Dispute 2020 is not the first border dispute between China and India, especially under President Xi Jinping's rule. This dispute became international attention, spreading the China threat that was aggravated by the accusations of China being the country that spread Covid-19 virus. Many reactions appear from India that are giving economic sanctions by freezing some infrastructure and manufacturing cooperation, infestation, and boycotting 59 apps from China like Tiktok. With the concept of contextual intelligence from smart power theory, this thesis will be focused on China's contextual intelligence towards India in Covid-19 pandemic era. This thesis also analyzes the lack of China's contextual intelligence in fully affecting India foreign policy and the success of China in easing tension with India. In analyzing the lack of China's contextual intelligence to India in spreading its influence to India, this thesis will be focusing on: how pragmatism culture in China's foreign policy towards India; China's resource management on the concept of three-layered chessboard world against India; and China failure on changing India's needs and demand in their relationship. For the success of China in easing tension with India, this thesis will be focusing in the power of pragmatism in China-India relations, the power of China material, Russia appearance for being the middle party in China-India relations, and India internal pressure in Covid-19 pandemic era. The conclusion of this thesis is that China is able to use its contextual intelligence in Covid-19 pandemic era to restore the ideal relationship between China and India. That ideal relationship type is a pragmatism relationship build upon win-win solution in cooperation and set aside their conflict between China and India.

Kata Kunci : China, India, border dispute, contextual intelligence, pragmatism, South Asia

  1. Bibliography.pdf  
  2. S1-2022-428161-Abstract.pdf  
  3. S1-2022-428161-Bibliography.pdf  
  4. S1-2022-428161-TableofContent.pdf  
  5. S1-2022-428161-Title.pdf  
  6. Title.pdf