Dampak Pengeluaran Pendidikan dan Kesehatan dari Dana Otonomi Khusus Terhadap Hasil Pendidikan dan Kesehatan di Papua
VICTOR RUMERE, Prof. Catur Sugiyanto, MA., Ph. D; Eny Sulistyaningrum, MA., Ph. D
2022 | Disertasi | DOKTOR ILMU EKONOMITujuan studi yaitu menganalisis dampak pelaksanaan undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus di Papua terhadap outcome pendidikan dan kesehatan. Data utama bersumber dari Survei Penduduk Antar Sensus tahun 2015. Outcome pendidikan diukur melalui pendidikan dasar tertinggi yang ditamatkan, sementara ukuran outcome kesehatan yaitu tingkat keluhan kesakitan. Dampak otonomi khusus terhadap outcome pendidikan dianalisis menggunakan ordered logistic regression, sementara dampak otonomi khusus terhadap outcome kesehatan dianalisis dengan multinomial logistic regression dan instrumental variable. Hasil studi menunjukkan dua temuan. Pertama, pelaksanaan otonomi khusus di Papua tidak memberikan dampak terhadap pendidikan dasar di Papua, dikarenakan belanja pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi khusus di Papua, belum dapat mengkompensasi kebutuhan anak usia sekolah dalam rumah tangga. Kedua, pelaksanaan otonomi khusus di Papua memberikan dampak langsung dan tidak langsung terhadap outcome kesehatan rumah tangga di Papua. Ini menunjukkan bahwa belanja kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah di Papua dalam melaksanakan Otsus, melalui peningkatan cakupan Puskesmas di seluruh Papua dan penyediaan tenaga kesehatan pada fasilitas kesehatan yang ada, dirasakan manfaatnya oleh rumah tangga di Papua. Keywords: evaluasi dampak, otonomi khusus, outcome pendidikan, outcome kesehatan, Provinsi Papua, Indonesia
The purpose of the study is to analyze the impact of implementing on special autonomy in Papua on education and health outcomes. The main data are sourced from the 2015 Inter-census Population Survey. Educational outcomes are measured by the highest primary education completed, while the health outcome measure is the level of complaints of sickness. The impact of special autonomy on educational outcomes is analyzed using ordered logistic regression, while the impact of special autonomy on health outcomes is analyzed using multinomial logistic regression and instrumental variables. The results of this study comprise two findings. First, the implementation of special autonomy in Papua has not had an impact on basic education in the province, because education spending made by the regional government in implementing special autonomy in Papua has not been able to compensate for the needs of school-age children in households. Second, the implementation of special autonomy in Papua has a direct and indirect impact on household health outcomes. This shows that the health expenditures made by the Regional Government in implementing Special Autonomy, through increasing the coverage of community health centers throughout Papua, bring benefits that are felt by households in the province. Keywords: special autonomy, education outcomes, health outcomes, Papua Province.
Kata Kunci : Hasil Pendidikan, Hasil Kesehatan, Dana Otonomi Khusus, Provinsi Papua