Laporkan Masalah

PENGARUH PRESERVASI DARAH SAPI PERAH DENGAN CITRATE PHOSPHATE DEXTROSE ADENINE (CPDA-1) TERHADAP JUMLAH TOTAL LEUKOSIT, DIFERENSIAL LEUKOSIT DAN TROMBOSIT

NAURA AJENG PRATIWI, Dr. drh. Christin Marganingsih Santosa, M.Si.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Peternakan sapi perah di Indonesia masih didominasi oleh peternakan rakyat berskala kecil dengan manajemen pengendalian penyakit pada umumnya masih rendah. Pemeriksaan darah rutin dan transfusi darah berperan dalam pemantauan kondisi kesehatan dan pengobatan ketika sapi perah mengalami gejala penyakit yang umum terjadi seperti anemia. Darah yang disimpan untuk keperluan pemeriksaan darah rutin dan transfusi darah memiliki masa simpan tergantung dengan jenis preservasi antikoagulan yang digunakan. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan pada komponen darah selama masa penyimpanan yang dikenal sebagai storage lesion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tahan preservasi darah sapi perah dengan antikoagulan Citrate Phosphate Dextrose Adenine (CPDA-1) terhadap jumlah total leukosit, diferensial leukosit dan trombosit. Sampel darah dipilih dari 4 ekor sapi betina sehat berumur 3 tahun jenis peranakan Friesian Holstein (PFH) dari Unit Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Hewan (UP2KH). Pengambilan darah dilakukan melalui vena jugularis sebanyak 15 mL. Darah dibagi ke dalam 5 tabung darah yang berisi antikoagulan CPDA-1 masing-masing sebanyak 3 mL. Darah disimpan didalam refrigerator pada suhu 4oC, kemudian dilakukan pemeriksaan hematologi serial pada penyimpanan hari ke- 0, 7, 14, 21 dan 28 hari. Hasil data dianalisis dengan menggunakan uji beda dan uji korelasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penurunan jumlah total leukosit, diferensial leukosit dan trombosit hingga hari ke-21. Namun, rata-rata jumlah parameter masih normal hingga hari ke-28, kecuali monosit yang mengalami monositosis. Penggunaan antikoagulan CPDA-1 pada darah sapi perah sebaiknya digunakan hanya sampai dengan penyimpanan hari ke-21 dengan meminimalkan stress pada sapi ketika proses pengambilan darah.

Dairy farming in Indonesia is still dominated by small-scale farms which have low disease control management. Routine blood tests and blood transfusions play a role in monitoring health conditions and treatment of dairy cows that experience symptoms of common diseases such as anemia. Blood stored for the need of routine blood tests and blood transfusions has a shelf life depending on the type of preservation anticoagulant used. This is due to the change in blood components during storage, known as storage lesions. This study aimed to determine the preservation of dairy cow blood with the anticoagulant, Citrate Phosphate Dextrose Adenine (CPDA-1) on the total number of leukocytes, differential leukocytes and platelets. Blood samples were chosen from 4 healthy cows, aged 3 years old of Friesian Holstein (PFH) breed from the Animal Health Education and Training Unit (UP2KH). Blood was withdrawn through the jugular vein as much as 15 mL. Blood was then placed into 5 blood tubes containing 3mL of CPDA-1. Blood sample was stored in the refrigerator at a temperature of 4°C, followed by a serial hematological examination with a storage time of 0,7,14,21 and 28 days. The results of the data were analyzed using the difference test and correlation test using SPSS. The results showed a tendency to decrease in the total number of leukocytes, differential leukocytes and platelets up to day 21. However, the average number of parameters were still normal until day 28, except for monocytes that underwent monocytosis. Usage of the anticoagulant CPDA-1 in dairy cow blood should preferably be used only up to 21 days of storage, accompanied by minimizing stress on cows during blood withdrawal.

Kata Kunci : CPDA-1, Sapi Perah, Leukosit, Granulosit, Monosit, Trombosit

  1. S1-2022-430082-abstract.pdf  
  2. S1-2022-430082-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-430082-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-430082-title.pdf