Analisa yuridis penandatanganan akta notaris yang tidak dilakukan bersamaan oleh para pihak di hadapan notaris
AFRIANA, Khristi Ida, Djoko Sukisno, SH.,CN
2003 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian mengenai pelaksanaan Penandatanganan Akta Notaris yang tidak dilakukan secara bersamaan oleh Para Pihak dihadapan Notaris adalah penelitian yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum yang dapat ditempuh oleh notaris dalam hal terjadi penandatangan akta yang tidak dilakukan secara bersamaan oleh para pihak dihadapan notaris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang didukung dengan penelitian lapangan. Dalam mengumpulkan data sekunder digunakan sarana studi dokumen, sedangkan untuk memperoleh data primer digunakan metode wawancara semi structured dan kuesioner yang dibuat secara tertutup dan terbuka. Sebagai responden adalah Notaris yang berada di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dalam pelaksanaannya, penandatangan akta yang tidak dilakukan secara bersamaan oleh para pihak dihadapan notaris tetap dapat dilakukan dengan ketentuan pembacaan aktanya tetap dilakukan secara bersamaan oleh notaris kepada para penghadap. Untuk dapat memberikan perlindungan bagi notaris dalam hal terjadi penandatangan akta yang tidak dilakukan secara bersamaan maka para penghadap diminta untuk membuat surat pernyataan yang berisi tidak keberatan dilakukannya penandatanganan akta secara tidak bersama-sama.
The research on the signing of a notarial act carried out unsimultaneously by all parties in the presence of the notary is a juridical normative research which aims to know the legal protection for the notary in a case where the signing of the act was not carried out by all parties simultaneously in his/her presence. It conducted both the library research and a field research to collect the data. The secondary data were derived from a documentary study and the primary data were obtained from a semi-structured interview and closed and open questionaires. The respondents are the notaries in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. A purposive sampling method was used to take the sample. The research findings show that the signing of an act which is not carried out by all parties simultaneously in the presence of the notary is acceptable under the condition that a reading of the act for the party present is always made by the notary. In order to give a legal protection to the notary, the parties are requested to write a statement saying that they do not mind not signing the act at the same time as the others in the presence of the notary.
Kata Kunci : Notaris, Akta Notaris, Penandatanganan, Notarial act, Notary