INOVASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) MENUJU SMART RESILIENT ENVIRONMENT, KASUS: DESA SAMBAK, KABUPATEN MAGELANG
HANA KURNIA DEWI, Dr. Tri Mulyani Sunarharum, S.T.
2022 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPerubahan iklim telah menjadi isu utama pada keberlangsungan lingkungan hidup. Berbagai dampak yang timbul akibat perubahan iklim antara lain kenaikan suhu muka bumi, perubahan musim tanam, perubahan cuaca dan berbagai dampak pada kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menginisiasi gerakan nasional berupa Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk merangsang masyarakat dalam upaya meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim yang terjadi. Di Kabupaten Magelang keberadaan ProKlim juga berperan pada perwujudan smart city yakni melalui dimensi smart environment. Berubahnya gaya hidup serta pertumbuhan masyarakat di Kabupaten Magelang memberi andil pada proses terjadinya perubahan iklim. Desa Sambak di Kecamatan Kajoran adalah salah satu desa yang mendapatkan penghargaan ProKlim tingkat utama pada tahun 2017 dan ProKlim tingkat lestari di tahun 2021. Penghargaan tersebut diperoleh atas inovasi yang dilakukan di dalam ProKlim dan menjadi upaya perwujudan smart resilient environment Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan inovasi smart environment untuk ketangguhan perubahan iklim dalam ProKlim di Desa Sambak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui keselarasan kebijakan smart environment dengan upaya menuju ketangguhan perubahan iklim Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, serta pengumpulan data melalui purposive sampling, in depth interview, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ProKlim Desa Sambak memiliki inovasi yang dapat mengintegrasikan upaya climate resilience dan smart environment di Kabupaten Magelang. Ketahanan masyarakat disertai pemanfaatan TIK pada level desa ditumbuhkan melalui konsep desa binaan dan Smart ProKlim. Adapun komponen pendukung ketangguhan adalah adanya peran kepemimpinan dalam peningkatan kapasitas masyarakat yang didorong oleh keberadaan lembaga-lembaga yang bersinergi dalam merealisasikan ketahanan kampung iklim.
Climate change had been the main issue in living environment sustainability. There were few arising impacts due to climate change like rise in earth temperature, change in planting season, weather change, and various impacts on social, culture, economic of society living. Ministry of Environment and Forestry had initiated national movement of Climate Village Program (ProKlim) to encourage societies in improving the resistance effort on climate change. In Magelang Regency, ProKlim also participated in creating smart city by means of smart environment dimension. Changing lifestyle and social development in Magelang Regency were some factors which cause climate change. Sambak Village in Kajoran Subdistrict was one of villages which was awarded Main ProKlim Award in 2017 and ProKlim sustainable level in 2021. Those awards were acquired due to innovation in ProKlim and became effort to create smart resilience environment in Magelang Regency. This research aimed to elaborate smart environment innovation for ProKlim climate change resistance in Sambak Village including the influential factors. This research also aimed to identify the harmony of smart environment policy as the effort to get climate change sustainability in Magelang Regency. Research methods used were case study, while the data were collected using purposive sampling, in depth interview, observation, and literature study. The research result showed that ProKlim in Sambak Village contained innovation which could integrate climate resilience effort and smart environment in Magelang Regency. Society resistance followed by ICT utilization in village level was grown through guided village concept and Smart ProKlim. The components which supported the resistance were leadership role in improving community capacity encouraged by synergizing institutions to create climate village resistance
Kata Kunci : perubahan iklim, smart environment, resiliensi, kampung iklim, kabupaten magelang