Laporkan Masalah

EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN AWIRARANGAN DAN KELURAHAN WINDUSENGKAHAN KABUPATEN KUNINGAN

MAMAN SUKIMAN, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.

2022 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Meskipun sudah banyak kajian mengenai penanganan permukiman kumuh, namun kajian yang membahas permukiman kumuh dari aspek pencegahan masih sulit ditemukan. Pemerintah Kabupaten Kuningan sejak tahun 2016 mulai menangani permukiman kumuh melalui program KOTAKU. Meskipun demikian, program pencegahan permukiman kumuh mulai intensif di tahun 2017 dan masih berlangsung hingga sekarang. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah berkembangnya permukiman kumuh di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas program pencegahan permukiman kumuh di Kabupaten Kuningan dan faktor-faktor apa saja apa yang mempengaruhi keberhasilannya Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan penalaran deduktif. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi. Penelitian ini mengambil dua lokasi di Kabupaten Kuningan yaitu Kelurahan Awirarangan mewakili lokasi hasil penanganan kumuh dan Kelurahan Windusengkahan mewakili lokasi tidak kumuh. Data yang dipakai adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, dan wawancara mendalam terhadap sejumlah narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Adapun data sekunder dikumpulkan dari instansi pemerintah, buku teks, artikel dan referensi yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis dengan memakai teknik analisis deskriptif kualitatif dan uji triangulasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa program pencegahan permukiman kumuh di kedua lokasi penelitian dinilai cukup efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu pemahaman terhadap program, kompetensi, komitmen, pembiayaan, hubungan antar organisasi, partisipasi masyarakat, dan pemantauan program. Pemerintah perlu mempertimbangkan tindakan pencegahan kumuh yaitu mencegah kepadatan bangunan, mencegah penurunan kualitas bangunan, menyediakan sarana prasrana permukiman yang memadai, dan mengubah prilaku masyarakat.

Although there have been many studies on the handling of slum settlements, studies that discuss slum settlements from prevention are still difficult to find. The Kuningan Regency Government since 2016 has started dealing with slums through the KOTAKU program. However, the slums prevention program intensified in 2017 and continues today. Various efforts have been made to prevent the development of slums in the Kuningan Regency. This study aims to evaluate the effectiveness of the slums prevention program in Kuningan Regency and what factors influence its success. The method used in this research is qualitative deductive with an evaluation approach. This study took two locations in Kuningan Regency, namely Awirarangan Village representing the location of the results of slum management, and Windusengkahan Village, representing non-slum locations. The data used are primary and secondary. The primary data were collected through observation and in-depth interviews with some sources selected by purposive sampling. The secondary data were collected from government agencies, textbooks, articles, and references relevant to the research topic. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques and triangulation test. The results showed that the slums prevention program in the two research locations was considered quite effective. The influencing factors are understanding of the program, commitment, financing, inter-organizational relations, community participation, and monitoring. The government needs to consider slum prevention actions, namely preventing building density, preventing a decrease in the quality of buildings, providing adequate residential infrastructure, and changing people's behavior.

Kata Kunci : Densifikasi, Efektivitas, Kepadatan Bangunan, KOTAKU, Pencegahan Permukiman Kumuh