Laporkan Masalah

PERBEDAAN TINGKAT PARASITEMIA PADA KUCING DOMESTIK (Felis catus) YANG DIINFEKSI Trypanosoma evansi MELALUI RUTE SUBKUTAN DAN PERORAL

JASMINE AMADEA L A, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Trypanosoma evansi merupakan protozoa darah penyebab penyakit surra pada mamalia. Parasit ini ditularkan melalui rute peroral maupun mekanik melalui lalat penghisap. Trypanosoma evansi dapat menginfeksi karnivora termasuk kucing, tetapi kasus tersebut jarang diterangkan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rute infeksi secara subkutan dan peroral terhadap parasitemia pada kucing domestik (Felis catus) yang diinfeksi Trypanosoma evansi. Penelitian ini menggunakan tiga mencit strain DDY donor Trypanosoma evansi serta empat kucing domestik, terdiri dari dua kucing jantan dan dua kucing betina dengan berat badan antara 2-4 kg. Tiga kucing berusia 3 bulan berasal dari satu litter, dan satu kucing berusia 6 bulan dari litter yang berbeda. Penelitian dimulai dengan perbanyakan isolat Trypanosoma evansi asal kerbau rawa Kalimantan pada mencit, kemudian kucing dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing terdiri dari dua kucing. Kelompok pertama diinfeksi 1x10^8 Trypanosoma evansi untuk masing-masing kucing secara subkutan, kelompok kedua diinfeksikan secara peroral menggunakan campuran karkas mencit donor dan pakan basah. Parasitemia dihitung setiap hari melalui wet blood smear dengan sampel darah dari vena telinga selama 54 hari. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan statistik menggunakan SPSS untuk membandingkan tingkat parasitemia kucing yang diinfeksi berdasarkan 2 rute berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute infeksi mempengaruhi tingkat parasitemia pada kucing (P<0,05). Kucing yang diinfeksi melalui rute peroral memiliki tingkat parasitemia lebih rendah dan periode prepaten lebih lama dibandingkan kucing yang diinfeksi melalui rute subkutan. Terdapat pula beberapa puncak parasitemia dari kedua kelompok kucing yang diinfeksi dengan dua rute tersebut.

Trypanosoma evansi is a blood protozoan, causing the disease called surra in mammals. This parasite is transmitted orally or mechanically by biting flies. Trypanosoma evansi can infect carnivores including cats - such case however is rarely described in literatures. This research objective is to identify the effects of inoculation routes by subcutaneous and peroral of Trypanosoma evansi in domestic cats (Felis catus). This research used three DDY strain donor mice of Trypanosoma evansi and four domestic cats, consisted of two male cats and two female cats weighing between 2-4 kg. Three 3-month-old cats came from one litter, while one six-month-old cat came from a different litter. This research started by propagating Trypanosoma evansi isolate from Kalimantan swamp buffalo in mice. The cats were divided into two groups (two cats on each group), first group was infected by 1x10^8 Trypanosoma evansi through subcutaneous injection, while second group was infected by the mix of donor mice carcasses and wet food through peroral route. Parasitaemia level was daily monitored by a wet blood smear of ear vein blood for 54 days. The data were analyzed descriptively and statistically using SPSS to compare parasitaemia levels infected through two different routes. Result showed that infection routes affected the parasitaemia levels (P<0,05). Cats infected through oral route have lower parasitaemia levels and longer prepatent period compared with those infected through subcutaneous route. There were also a few peaks of parasitaemia in cats infected by both routes.

Kata Kunci : Trypanosoma evansi, parasitemia, kucing, subkutan, peroral / Trypanosoma evansi, parasitaemia, cats, subcutaneous, peroral

  1. S1-2022-427322-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427322-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427322-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427322-title.pdf