Laporkan Masalah

NEMATODIASIS PADA BURUNG KICAU DI KIOS BURUNG DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

NURMADYA SETYO BEKTI, Dr. drh. Irkham Widiyono

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang dikenal dengan kegemaran masyarakat akan burung kicau karena memiliki suara yang merdu. Salah satu penyakit yang dapat menyerang burung kicau adalah infeksi endoparasit yakni cacing nematoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji infeksi endoparasit nematoda pada burung kicau yang diperdagangkan di kios burung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hewan uji yang digunakan adalah burung kicau yang diperdagangkan pada kandang koloni sebanyak 37 kandang dan kandang individu sebanyak 57 kandang. Burung tersebut terbagi atas lima kategori feeding guild yaitu herbivora (19), granivora (19), omnivora (31), insektivora (20), dan karnivora (5). Pemeriksaan telur nematoda pada sampel feses segar dilakukan dengan menggunakan metode uji apung Whitlock. Persentase kejadian infeksi nematoda dianalisis secara deskriptif. Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sebanyak 5 dari 94 sampel (5,32%) terinfeksi endoparasit nematoda yakni Capillaria sp., Echinuria sp., Ascaridia sp., dan Heterakis sp. Berdasarkan kategori manajemen perkandangan, infeksi nematoda terjadi pada kandang koloni (10,8%) dan kandang individu (1,8%). Berdasarkan kategori feeding guild, infeksi nematoda terjadi pada burung herbivora (10,5%), granivora (10,5%), omnivora (3,2%), insektivora (0%), dan karnivora (0%). Aspek manajemen perkandangan dan pakan perlu menjadi perhatian dalam pencegahan dan pemberantasan infeksi endoparasit nematoda pada burung kicau yang diperdagangkan.

Special Region of Yogyakarta is one of the areas known for the people's fondness for chirping birds because of their melodious voices. One of the diseases that can attack chirping birds is endoparasite infection, namely nematode worms. This study aims to examine the infection of nematode endoparasites in chirping birds traded in bird stalls in the Special Region of Yogyakarta. The experimental animals used are singing birds being traded from 37 colony cages and 57 individual cages. The birds were divided into five feeding guild categories such as herbivore (19), granivore (19), omnivore (31), insectivore (20), and carnivore (5). Nematodes in fresh fecal samples were microscopically examined using the flotation Whitlock method. The percentage of nematode infection incidence was analyzed descriptively. Generally, laboratory data showed that 5 of 94 birds (5,32%) were infected with nematode endoparasites, such as Capillaria sp., Echinuria sp., Ascaridia sp., and Heterakis sp. Based on the cage systems, nematodiasis came from birds housed by colonies (10,8%) and housed by individuals (1,8%). Based on the feeding guild categories, nematodiasis came from herbivore birds (10,5%), granivore (10,5%), omnivore (3,2%), insectivore (0%), and carnivore (0%). Maintenance management needs to be a concern in preventing and eradicating nematode endoparasites infection in traded singing birds.

Kata Kunci : burung kicau, kios, infeksi nematoda, perkandangan, feeding guild, Yogyakarta

  1. S1-2022-427352-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427352-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427352-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427352-title.pdf