Kesiapan Mahasiswa Profesi Dokter dalam Menghadapi Kematian Pasien: Sebuah Studi Kualitatif
I MADE PRAMANA D, 1. dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd., Ph.D;2. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA, MMedEd., Ph.D
2022 | Tesis | MAGISTER ILMU PENDIDIKAN KEDOKTERAN DAN KESEHATANLatar Belakang: Kematian pasien merupakan suatu peristiwa yang dapat memicu reaksi emosional mahasiswa kedokteran saat menjalani rotasi klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan mahasiswa profesi dokter dalam menghadapi kematian pasien serta mengidentifikasi kebutuhan pendidikan melalui pengalaman mahasiswa. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Purposive sampling digunakan sebagai cara untuk memilih mahasiswa yang memiliki pengalaman menghadapi kematian pasien saat rotasi klinik. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara semi terstruktur. Proses analisis data menggunakan pendekatan Colaizzi. Hasil: Pengalaman enam orang mahasiswa membentuk dua puluh kluster tema, yang dikelompokkan ke dalam enam tema utama. Masalah yang teridentifikasi dari penelitian ini adalah kurangnya kesiapan mahasiswa untuk mendiskusikan akhir hayat dan prognosis dengan anggota keluarga pasien, memberikan dukungan emosional kepada pasien akhir hayat sebelum meninggal, dan memberikan dukungan kepada anggota keluarga pasien yang berduka. Kebutuhan pendidikan mahasiswa adalah pembelajaran mengenai sikap saat merawat pasien akhir hayat, pengaruh budaya lokal dalam perawatan akhir hayat, kesempatan mengobservasi tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien akhir hayat dan anggota keluarga pasien, serta penjelasan dari tenaga kesehatan setelah pasien meninggal. Kesimpulan: Temuan dalam penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengalaman mahasiswa profesi dokter dalam menghadapi kematian pasien serta masalah yang dihadapi mahasiswa. Institusi pendidikan kedokteran perlu mempersiapkan mahasiswa kedokteran dalam merawat pasien akhir hayat dengan cara mengembangkan kurikulum.
Background: The death of a patient is an event that could trigger medical students' emotional reaction during clinical rotation. This study aimed to identify medical students' preparedness in dealing with patients' death and educational needs through their lived experience. Method: This study was qualitative research with a descriptive phenomenological approach. Purposive sampling was used to select medical students with experience caring for dying patients during clinical rotation. Data were collected through semi-structured interviews. Colaizzi method was used to analyse data. Result: The experience of six medical students formed twenty cluster themes, which were grouped into six main themes. Problems identified in this study were medical students' limited preparedness in discussing end-of-life and prognosis with family members, giving emotional support to dying patients, and giving support to bereaved family members. Educational needs of medical students were teaching and learning about attitude in caring for dying patient, the impact of local culture in end-of-life care, opportunity in observing healthcare team members communicate with dying patients and family members, and debriefing with healthcare team members after patients' death. Conclusion: The findings of this study have provided an insight about medical students' experiences in dealing with patients' death and problems encountered by them. Medical schools need to prepare medical student in caring for dying patients through curriculum development.
Kata Kunci : Mahasiswa kedokteran, perawatan akhir hayat, kematian pasien