Laporkan Masalah

ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL ADIPURA (KOTA BERSIH DAN HIJAU) DI KABUPATEN BIAK NUMFOR

RORI BUCHORI, S,.STP, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS.

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Abstrak Dalam rangka cipta kota yang bersih dan hijau, mendorong kepemimpinan kepala daerah yang peduli pada perlindungan lingkungan hidup serta mendorong partisipasi masyarakat seluas luasnya maka pemerintah pusat melalui kementerian lingkungan hidup dan kehutanan mendorong standar yang sama melalui program adipura. keberhasilan 5 (lima) kali kabupaten Biak Numfor dalam capaian keberhasilan program adipura hendaknya diikuti dengan tingkat partisipasi masyarakat yang kuat. Maka penting adanya sebuah analisis mengenai tingkat patisipasi masyarakat dalam keberhasilan program adipura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat pada program adipura pada tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemanfaatan hasil, kemudian menemukan faktor yang memberikan pengaruh partisipasi masyarakat pada keberhasilan program. Ukuran tingkat partisipasi masyarakat dalam program digunakan tingkatan partisipasi arnstein (1969) kemudian untuk menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam program adipura digunakan pendapat dari Suryono (2016) yaitu Faktor Pendidikan dan Jelita (2020) yaitu tingkat pendidikan dan pemahaman masyarakat. Hasil pembahasan menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam tahapan perencanaan pada derajat partisipasi rendah. Pada musyawarah perencanaan pada derajat Non participation kelas manipulation. Pada tahapan penyusunan peraturan daerah partisipasi masyarakat pada derajat tokenism kelas placation. Tingkat partisipasi masyarakat pada tahapan pelaksanaan juga pada derajat yang rendah. Pelaksanaan sosialisasi yang dapat melibatkan masyarakat ternyata tidak ditemukan (derajat tokenism kelas informating). Pada tahapan pelaksaan kerja bersama pada lokasi penilaian juga pada derajat yang rendah (non participation kelas therapy). Pada tahapan evalusi partisipasi masyarakat juga rendah kelas Non Participation, Kelas Manipulation. Pada tahapan pemanfaatan hasil partisipasi masyarakat rendah Non Participation kelas Manipulation karena keberlanjutan pemanfaatan program rendah kehadiran partisipasi masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program adalah faktor yang berasal dari pemerintah daerah karena rendah mendorong leterlibatan masyarakat serta faktor yang berasal dari masyarakat yakni faktor sosial budaya (tingkat pemahaman dan pendidikan masyarakat). Rendahnya partisipasi masyarakat dalam keberhasilan program adipura di kabupaten Biak Numfor khususnya mengakibatkan capaian tujuan program tidak optimal dan berkelanjutan. Pada akhirnya reformulasi kebijakan dengan mendorong partisipasi masyarakat menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan pada pelaksaaan program adipura dimasa yang akan datang.

ABSTRACT In the context of creating a clean and green city, encouraging the leadership of regional heads who care about environmental protection and encouraging the widest possible community participation, the central government through the ministry of environment and forestry encourages the same standards through the Adipura program. the 5 (five) successes of Biak Numfor Regency in achieving the success of the Adipura program should be followed by a strong level of community participation. So it is important to have an analysis of the level of community participation in the success of the Adipura program. This study aims to analyze the level of community participation in the Adipura program at the stages of planning, implementing, monitoring and utilizing the results, then finding factors that influence community participation on the success of the program. The measure of the level of community participation in the program is used by Arnstein's participation level (1969) then to analyze the factors that influence the level of community participation in the Adipura program, Suryono (2016)'s opinion is used, namely Education and Jelita Factors (2020), namely the level of education and community understanding. The results of the discussion show that community participation in the planning stage has a low degree of participation. At the planning deliberations on the degree of Non participation class manipulation. At the stage of drafting local regulations, community participation is at the tokenism degree of the placation class. The level of community participation at the implementation stage is also at a low degree. The implementation of socialization that could involve the community was not found (the degree of tokenism of the informing class). At the stage of implementing joint work at the assessment location, it is also at a low degree (non participation class therapy). At the evaluation stage, community participation is also low in Non Participation and Manipulation classes. In the utilization stage, the results of community participation are low. Non Participation in the Manipulation class because the sustainability of program utilization is low in the presence of community participation. The factors that influence community participation in the program are factors that come from the local government because it encourages low community involvement and factors that come from the community, namely socio-cultural factors (level of understanding and education of the community). The low level of community participation in the success of the Adipura program in Biak Numfor district in particular resulted in the achievement of program objectives not being optimal and sustainable. In the end, policy reformulation by encouraging community participation is a must for the Adipura program implementation in the future.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Program Adipura.