ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENERAPAN PEDOMAN AUDIT INTERNAL BIDANG KEUANGAN DALAM MENCAPAI GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA)
ANDRE NUR DIANSYAH, Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., CA.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPeningkatan tata kelola bidang keuangan pada perguruan tinggi menjadi suatu kewajiban karena perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya pada sivitas akademika, tetapi juga masyarakat. Upaya meningkatkan tata kelola bidang keuangan pada perguruan tinggi melalui transparansi, akuntabilitas, responsibilitas dan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga hal ini membutuhkan dukungan dari manajemen puncak maupun audit internal. Tata kelola bidang keuangan yang belum memenuhi standar good university governance (GUG) menyebabkan input maupun output yang dihasilkan perguruan tinggi menjadi kurang optimal. Pada tahun 2021, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menerapkan pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A dan UMY menjadi pelopor penerapan pedoman tersebut. Akan tetapi, terdapat perbedaan prinsip GUG antara pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A dengan UU Nomor 12 Tahun 2012 sebagai peraturan yang berlaku pada saat ini. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Peneliti menggunakan teori institusional yang terdiri koersif isomorfisme, mimetik isomorfisme, dan normatif isomorfisme untuk mengetahui latar belakang penerapan pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A. Penerapan pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A di UMY dilakukan atas dasar keinginan Audit Internal Keuangan UMY atau yang disebut normatif isomorfisme. Hal ini disebabkan oleh adanya keinginan untuk lebih baik dan keyakinan bahwa pedoman ini dapat membantu kinerja Audit Internal Keuangan UMY. Sebelum diterapkan pedoman ini, Audit Internal Keuangan UMY mengalami kendala dalam proses audit yang disebabkan standar audit internal IIA kurang menjelaskan secara rinci dalam proses audit. Adanya pedoman ini dapat melengkapi standar audit internal IIA dan lebih relevan dengan perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah. Kemudian, adanya perbedaan prinsip GUG antara UU Nomor 12 Tahun 2012 dengan pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A muncul karena adanya keterbatasan dari pihak penyusun pedoman ini dan dapat dikatakan pedoman baru, sehingga memungkinkan adanya perbaikan pada pedoman ini.
Improved financial governance in college becomes an obligation because universities have responsibilities not only to the academic community, but also to the community. Efforts to improve financial governance in college through transparency, accountability, responsibility and paying attention to applicable laws and regulations, so that this requires support from top management and internal audit. Financial governance that does not meet the standards of good university governance (GUG) causes input and output produced by college to be less optimal. In 2021, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah will apply the internal audit guidelines for PTM/A finance and UMY is the pioneer in implementing these guidelines. However, there are differences in the GUG principles between the internal audit guidelines for PTM/A finance and UU Nomor 12 Tahun 2012 as the current regulation. This research uses a case study at the University of Muhammadiyah Yogyakarta. The researcher uses institutional theory consisting of coercive isomorphism, mimetic isomorphism, and normative isomorphism to determine the background of application of the internal audit guidelines for PTM/A finance. The implementation of the internal audit guidelines for PTM/A finance at UMY's Internal Audit is carried out on the basis of their own will or what is called normative isomorphism. This is due to the desire to be better and believe that this guideline can help the performance of UMY's Internal Audit. Prior to the implementation of this guideline, UMY's Internal Audit encountered problems in the audit process because the IIA's internal audit standards did not explain in detail the audit process. The existence of this guideline can complement the IIA's internal audit standards and be more relevant to the Muhammadiyah Aisyiyah College. Then, the difference in the GUG principle between UU Nomor 12 Tahun 2012 and the internal audit guidelines for PTM/A finance arises because of the limitations of the parties making this guideline and can be said to be a new guideline, thus allowing for improvements in this guideline.
Kata Kunci : Tata kelola bidang keuangan, good university governance, teori institusional, pedoman audit internal bidang keuangan PTM/A, UU Nomor 12 Tahun 2012