FAKTOR - FAKTOR YANG BERKAITAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA MIELOMA MULTIPEL DI RSUP DR. SARDJITO
LILIK EKO PRANANTYO, Dr.dr. Kartika Widayati, Sp.PD, KHOM.; dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc, Sp.PD, KPSi
2022 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT DALAMLatar Belakang: Pasien mieloma multipel (MM) tidak hanya mengalami berbagai masalah fisik, tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengukuran kualitas hidup diperlukan bagi tenaga kesehatan untuk mempermudah mencari permasalahan yang dialami oleh pasien selama menjalani terapi sehingga memudahkan tenaga kesehatan untuk berkomunikasi dan melakukan edukasi pada pasien. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya keterkaitan antara karakter klinis dan psikologis (usia, pekerjaan, pendidikan, status performa, stadium, imobilitas, lesi litik, fraktur patologis, jenis kemoterapi, depresi, cemas dan stres) terhadap kualitas hidup pada penderita MM. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan berlangsung pada September 2021 sampai Februari 2022. Subjek penelitian adalah pasien MM yang berobat jalan ke Instalasi Kanker Tulip dan rawat inap di Instalasi Rawat Inap RSUP dr. Sardjito Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Variabel bebas yang dimasukkan adalah fraktur patologis, lesi litik, jenis kemoterapi, status performa, tingkat depresi, kecemasan dan stres dan imobilitas. Kualitas hidup sebagai variabel tergantung sedangkan variabel pengganggu yang ikut diteliti umur, pekerjaan dan pendidikan.. Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil Penelitian: Didapatkan 200 pasien yang masuk ke dalam penelitian, namun 191 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam analisa bivariat didapatkan hasil yang signifikan pada variabel fraktur (p= 0,0001), depresi (p=0,0001), cemas (p 0,0001), stress (p= 0,0001), imobilitas (p= 0,0001), dan stadium (p= 0,003). Selanjutnya dilakukan analisis multivariat menggunakan regresi logistik didapatkan variabel cemas (p 0,004), stres (p= 0,011) dan imobilitas (p= 0,001). Kesimpulan: Didapatkan bahwa kejadian imobilitas kecemasan, depresi secara independent mempengaruhi kualitas hidup pasien MM.
Background: Multiple myeloma (MM) patients experience various physical problems also psychosocial and spiritual disorders that affect the patient's quality of life. Quality of life measurement is needed for health workers to make it easier to find problems experienced by patients during therapy so that it makes it easier for health workers to communicate and educate patients. Objective: Purpose of this study to determine the relationship between clinical and psychological characteristics (age, occupation, education, performance status, stage, immobility, lytic lesions, pathological fractures, type of chemotherapy, depression, anxiety and stress) on quality of life in MM patients. Methods: This study used a cross-sectional method and took place from September 2021 to February 2022. Subjects of the study were MM patients visited at the Tulip Cancer Installation and Inpatient Installation of RSUP dr. Sardjito Yogyakarta who fullfil the inclusion and exclusion criteria. The independent variables included were pathological fracture, lytic lesion, type of chemotherapy, performance status, level of depression, anxiety, stress and immobility. Quality of life as a dependent variable while the confounding variables were age, occupation and education. Data analysis used univariate analysis, bivariate using Chi Square and multivariate using logistic regression. Results: Total of 200 patients were enrolment in the study, but 191 patients met the inclusion and exclusion criteria. In bivariate analysis, there were significant results on fracture (p= 0.0001), depression (p=0.0001), anxiety (p 0.0001), stress (p= 0.0001), immobility (p= 0, 0001), and stage (p= 0.003). Multivariate analysis using logistic regression was performed to obtain the variables of anxiety (p = 0.004), stress (p = 0.011) and immobility (p = 0.001). Conclusion: The result was found that the incidence of anxiety, depression and immobility independently affected the quality of life of MM patients.
Kata Kunci : Mieloma multipel, kualitas hidup, multiple myeloma, quality of life