Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KONSUMSI ALKOHOL TERHADAP BODY MASS INDEX (BMI) PADA PENDUDUK KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR

SATRIA PUTRA P, dr. Yudha Nurhantari, Sp.F., Ph.D; Rusyad Adi Suriyanto, S.Sos., M.Hum.

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Jumlah penduduk di Nusa Tenggara Timur tahun 2018 berdasarkan proyeksi penduduk sebesar 5.371.519 jiwa dengan prevalensi peminum alkohol pada umur >10 tahun menyentuh angka 16%. Data dari WHO tercatat bahwa pada tahun 2016, 39% orang dewasa berusia 18 tahun keatas mengalami berat badan yang berlebih dan 13% mengalami obesitas. Seorang yang mengalami berat badan berlebih memiliki kemungkinan besar terjadinya obesitas. Bahwa penelitian ini merupakan penelitian payung dimana tinggi nya prevalensi minum alkohol di kupang pada populasi ini menjadi dasar penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan minum alkohol terhadap Body Mass Index (BMI). Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional quantitative. Analisis secara statistic dilakukan dengan uji Chi-Square Test. Pada penelitian ini didapatkan hasil BMI normal sejumlah 67 sampel (72,8%), dan BMI lebih sejumlah 25 sampel (27,2%). Terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara BMI terhadap kebiasaan konsumsi alkohol yang dinilai berdasarkan durasi dan frekuensi (p = 0,000). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan pengaruh kebiasaan konsumsi alkohol terhadap Body Mass Index (BMI) pada peminum alkohol dengan adanya perbedaan proporsi yang signifikan secara statistic. Peminum yang memiliki kebiasaan minum yang meningkat memiliki kemungkinan risiko 2,38 kali lebih besar untuk mengalami peningkatan BMI dibandingkan dengan peminum yang memiliki kebiasaan minum yang rendah tanpa memperhatikan umur dan jenis kelamin.

The population in East Nusa Tenggara in 2018 based on a population projection of 5,371,519 people with the prevalence of alcohol drinkers at the age of >10 years touching 16%. Data from the WHO noted that in 2016, 39% of adults aged 18 years and over were overweight and 13% were obese. A person who is overweight has a high probability of becoming obese. That this research is an umbrella study where the high prevalence of drinking alcohol in Kupang in this population is the basis of the study. The purpose of this study was to determine the habit of drinking alcohol on Body Mass Index (BMI). Methods: This study used an observational analytic method using a quantitative cross sectional design. Statistical analysis was carried out by using the Chi-Square Test. In this study, the results obtained were normal BMI of 67 samples (72.8%), and BMI of more than 25 samples (27.2%). There was a significant difference in the proportion of BMI to alcohol consumption habits assessed by duration and frequency (p = 0.000). This study found the effect of alcohol consumption habits on the Body Mass Index (BMI) of alcoholics with a statistically significant difference in proportion. Drinkers who have increased drinking habits have a 2.38 times greater risk of experiencing an increase in BMI compared to drinkers who have low drinking habits regardless of age and gender

Kata Kunci : Alkohol, BMI, Penduduk Kupang

  1. S1-2022-429955-abstract.pdf  
  2. S1-2022-429955-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-429955-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-429955-title.pdf