Laporkan Masalah

AYAH, HUBUNGAN SEKSUAL ITU APA? ANALISIS PERAN KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI REMAJA AWAL

NUR INTAN KARTIKA S, Prof. dr. Ova Emilia, M.M.Ed., Ph.D., Sp.OG(K); Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH; Anggriyani Wahyu Pinandari, SKM., MPH

2022 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Indonesia digadang akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 sehingga investasi pembangunan pada remaja awal penting dilakukan. Komunikasi SRH orang tua-anak perlu dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan kespronya. Penelitian terkait kespro remaja awal usia 10-14 tahun di Indonesia masih terbatas sehingga penelitian ini berusaha untuk mengisi kekosongan tersebut. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi peran komunikasi orang tua-remaja dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja awal usia 10-14 tahun di Indonesia dengan mempertimbangkan faktor sosio-ekologi. Metode Penelitian: Data untuk studi cross-sectional ini menggunakan GEAS-Indonesia 2018 Gelombang 1 dengan melibatkan remaja awal usia 10-14 tahun di 3 kota Indonesia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi (laki-laki=1.816, perempuan=2.121). Analisis bivariabel dilakukan dengan uji chi-square. Multiple regresi logistik digunakan dalam analisis multivariabel. Keseluruhan uji analisis menggunakan CI 95% dan p-value < 0,05. Hasil: Faktor yang berkaitan dengan pengetahuan kespro remaja awal adalah komunikasi SRH dengan orang tua [AOR: 2,21; CI 95%: 1,87-2,61]; perempuan [AOR: 0,53; CI 95%; 0,46-0,62]; keberdayaan [AOR: 1,30; CI 95%; 1,13-1,50]; komunikasi SRH dengan orang lain [AOR: 2,49; CI 95%: 2,14-2,91]; domisili Bandar Lampung [AOR: 1,48; CI 95%: 1,24-1,78] dan Denpasar [AOR: 2,82; CI 95%: 2,39-3,33]. Kesimpulan: Rendahnya persentase remaja awal di 3 kota Indonesia yang berkomunikasi SRH dengan orang tua dan berpengetahuan kespro tinggi, khususnya terkait manfaat alat kontrasepsi. Aktor kebijakan perlu mengembangkan program untuk meningkatkan keterampilan komunikasi SRH orang tua-remaja dan implementasi kurikulum pendidikan komprehensif tentang SRH pada jenjang pendidikan formal.

Background: Indonesia is expected to reach a golden age in 2045 so that development investment in early adolescents is important. SRH communication with parents needs to be done to increase knowledge of adolescent. Research related to early adolescents aged 10-14 years in Indonesia is still limited so this study seeks to fill the void. Research Objective: Identifying the role of parent-child communication in increasing SRH among early adolescents aged 10-14 years in Indonesia by considering socio-ecological factors. Research Method: This cross-sectional study used GEAS-Indonesia 2018 Wave 1 by involving early adolescents aged 10-14 years in 3 Indonesian cities that fulfill the criteria for inclusion and exclusion (boys=1,816; girls=2,121). Bivariable analysis is carried out with chi-square test. Multiple logistic regression is used in multivariable analysis. All test used 95% confidence interval and significance level of p-value < 0.05. Result: Factors related to SRH knowledge in early adolescence are SRH communication with parents [AOR: 2.21; 95% CI: 1.87-2.61]; girls [AOR: 0.53; 95% CI; 0.46-0.62]; empowerment [AOR: 1.30; 95% CI; 1.13-1.50]; SRH communication with others [AOR: 2.49; 95% CI: 2.14-2.91]; domicile in Bandar Lampung [AOR: 1.48; 95% CI: 1.24-1.78] and Denpasar [AOR: 2.82; 95% CI: 2.39-3.33]. Conclusion: The percentage of early adolescents in 3 Indonesian cities who communicate with their parents and knowledgeable about SRH is still low, especially about the benefits of contraceptives. The policy actors should develop programs to improve parent-adolescent SRH communication skills and encourage the implementation of SRH comprehensive education curriculum in the formal education level.

Kata Kunci : hubungan orang tua-anak, kesehatan seksual dan reproduksi, remaja awal/ parent-child relationship, reproductive sexual and health, early adolescence

  1. S2-2022-451971-abstract.pdf  
  2. S2-2022-451971-bibliography.pdf  
  3. S2-2022-451971-tableofcontent .pdf  
  4. S2-2022-451971-title.pdf