Laporkan Masalah

Analisis Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkoba yang Ditangani oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun 2020

ANNASTASIA OCTAVIANY, dr. Ida Bagus Gede Surya Putra Pidada, Sp. F.M(K), M.H.; dr. Wikan Basworo, Sp.F

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Kasus penyalahgunaan narkoba oleh berbagai kalangan di Indonesia memiliki angka yang cukup tinggi. Khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2008 yang dinobatkan sebagai kota terbesar kedua dalam penyalahgunaan Narkoba setelah DKI Jakarta. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memutuskan untuk menjadi pengguna narkoba, baik dari faktor individu maupun dari lingkungan. Berdasarkan faktor individu sendiri salah satunya meliputi status sosiodemografi yang didalamnya terbagi atas usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko demografis yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan terhadap penyalahgunaan narkoba. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode analitik observasional dan desain studi potong lintang (cross sectional) ini dapat mengetahui adanya hubungan antara faktor demografis seseorang dengan jenis penyalahgunaan narkoba. Data sekunder akan diambil di kantor BNNP DI Yogyakarta sepanjang tahun 2020 dan akan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Kemaknaan statistik untuk masing-masing variabel akan dianalisis menggunakan Pearson chi-square, karena seluruh variabel merupakan kategorikal. Hasil: Dari total 87 subyek penelitian, didapatkan bahwa hampir seluruh penyalahguna narkoba berada pada usia produktif yaitu 86 orang (98,9%). Mayoritas adalah laki-laki yaitu 85 orang (97,9%), lebih dari separuh berpendidikan SMA yaitu 51 orang (58,6%), dan mayoritas penyalahguna narkoba di dominasi oleh anak sekolah yaitu 35 orang (41,4%). Untuk jenis narkoba yang paling banyak digunakan adalah jenis narkotika sebanyak 61 orang (70,1%). Hubungan karakteristik sosiodemografi dengan penyalahgunaan narkoba sendiri memiliki hasil tidak bermakna pada penggolongan usia (p=0,699), jenis kelamin (p=0,487), dan jenis pekerjaan (p=0,254). Sementara terdapat hasil yang bermakna pada tingkat pendidikan (p=0,027). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan seseorang dengan penyalahgunaan narkoba (p=0,027). Dari keempat faktor demografis didapatkan penyalahguna narkoba didominasi oleh jenis kelamin laki- laki, berpendidikan SMA, dan didominasi oleh pelajar/mahasiswa.

Background: Cases of drug abuse by various groups in Indonesia have a fairly high number. Especially in the Special Region of Yogyakarta in 2008 which was named the second-largest city in drug abuse after DKI Jakarta. Many factors can cause a person to decide to become a drug user, both from individual factors and the environment. Based on individual factors, one of which includes sociodemographic status which is divided into age, gender, education level, and type of work. Objective: This study aims to describe the demographic risk factors that include age, gender, education level, and type of work on drug abuse. Methods: This research was conducted using observational analytic methods and a cross-sectional study design to determine the relationship between a person's demographic factors and the type of drug abuse. Secondary data will be collected at the National Narcotics Board of Republic of Indonesia office in Special Region of Yogyakarta throughout 2020 and will be selected based on inclusion criteria. Statistical significance for each variable will be analyzed using Pearson chi-square because all variables are categorical. Results: From a total of 87 research subjects, it was found that almost all drug abusers were in the productive age, namely 86 people (98.9%). The majority were male, namely 85 people (97.9%), more than half had high school education, namely 51 people (58.6%), and the majority of drug abusers were dominated by students, namely 35 people (41.4%). The type of drug that is most widely used is the type of narcotics for as many as 61 people (70.1%). The relationship between sociodemographic characteristics and drug abuse itself had no significant results in the classification of age (p=0.699), gender (p=0.487), and type of work (p=0.254). Meanwhile, there were significant results at the level of education (p = 0.027). Conclusion: There is a significant relationship between a person's level of education and drug abuse (p=0.027). From the four demographic factors, it was found that drug abusers are dominated by the male gender, have a high school education, and dominated by students.

Kata Kunci : penyalahgunaan narkoba, faktor risiko, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan

  1. S1-2022-427141-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427141-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427141-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427141-title.pdf