Analisis Penyerapan Anggaran Belanja Pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Studi Penyerapan Tahun Anggaran 2017em dash2019)
REZA YOSAFAT CH, Abdul Halim, Prof., Dr., M.B.A., Ak., CA.
2022 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIPenyerapan anggaran belanja menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja pemerintah. Pengeluaran pemerintah selama tahun 2015em dash2019 menunjukkan pola yang rendah pada triwulan awal, kemudian meningkat tajam pada triwulan akhir. Hal tersebut mengindikasikan adanya keterlambatan penyerapan anggaran belanja dikarenakan pada triwulan awal penyerapan anggaran belanja tidak dapat direalisasikan, sehingga dilakukan akselerasi pada triwulan akhir. Adanya keterlambatan penyerapan anggaran belanja dapat melemahkan variabel pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama untuk jenis belanja barang dan belanja modal. Keterlambatan penyerapan anggaran belanja juga dialami oleh LAPAN sebagai satuan kerja dari pemerintah yang memiliki tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya, serta penyelenggaraan keantariksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang menyebabkan keterlambatan penyerapan anggaran belanja pada LAPAN, terutama jenis belanja barang dan belanja modal. Keterlambatan penyerapan anggaran belanja tersebut berkaitan dengan ketidaksesuaian target dengan penyerapan belanjanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mencapai tujuan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam kepada partisipan dan inspeksi dokumen terkait penyerapan anggaran belanja. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Total keseluruhan partisipan sebanyak 14 partisipan dari 7 satuan kerja LAPAN. Hasil wawancara kepada partisipan kemudian dianalisis dengan mengolah informasi menjadi segmen-segmen tulisan atau coding, selanjutnya menentukan sub tema dan tema temuan penelitian berdasarkan coding yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan penyerapan anggaran belanja pada LAPAN disebabkan oleh empat faktor, yaitu faktor perencanaan, faktor revisi anggaran, faktor pengadaan barang/jasa, dan faktor peraturan. Faktor perencanaan merupakan faktor dominan yang memengaruhi keterlambatan penyerapan anggaran belanja.
The budget absorption is one of the indicators in assessing government performance. Government spending in early quarter 2015em dash2019 showed a low pattern, then increased significantly in the final quarter. This indicates that there is budget absorption delay. The budget absorption in the first quarter cannot be realized well, so an acceleration is carried out in the final quarter. The budget absorption delay could weaken the driving variables of Indonesia's economic growth, especially for goods and capital expenditures. National Aeronautics and Space Institute (LAPAN), which is a work unit of the central government, also experienced budget absorption delay. LAPAN is a non-ministerial government that conducts public duties in the fields of research, aerospace development and utilization, as well as the implementation of outer space. This study aimed to analyze the problems that cause budget absorption delay at LAPAN, especially the goods and capital expenditures. Budget absorption delay is related to the mismatch of targets with budget spending. This research used a qualitative method with a case study approach to achieve the research objectives. Data collection methods used are in-depth interviews with participants and documents inspection related to budget absorption. Participants were selected using purposive sampling and snowball sampling. The total of participants were 14 participants obtained from 7 LAPAN works units. The results of interviews with participants were analyzed by processing information into writing segments or coding, then determining the sub-themes and themes of research findings based on the coding that emerged. The results of this study showed that budget absorption delay at LAPAN is caused by four factors, namely planning factors, budget revision factors, goods/services procurement factors, and regulatory factors. The dominant factor that affected budget absorption delay is the planning factor.
Kata Kunci : penyerapan anggaran, belanja barang, belanja modal, keterlambatan