Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Pulau Karimun Bulan Januari-Juni Tahun 2021
DEVITA ANGGRAINI, dr. Arta Farmawati, Ph.D. ; dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra, MPH.
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik yang menimbulkan masalah kesehatan di Indonesia. Sejak tahun 2017 hingga 2020, tren kejadian DBD di Kabupaten Karimun mengalami peningkatan dengan kejadian DBD tertinggi di Kecamatan: Karimun; Meral; Meral Barat; dan Tebing, yang berada di wilayah Pulau Karimun. Minimnya pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pencegahan DBD menjadi faktor risiko tingginya kejadian DBD. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan kejadian DBD di Pulau Karimun bulan Januari-Juni tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control study. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariabel berupa distribusi frekuensi: pengetahuan; perilaku; dan kejadian DBD, serta analisis bivariabel menggunakan uji statistik logistik regresi sederhana menghasilkan OR (CI 95%). Hasil: Analisis univariabel menunjukkan kelompok case (penyintas DBD) dengan pengetahuan baik 64,8%; pengetahuan kurang 35,2%; perilaku baik 83,3%; dan perilaku kurang 16,7%. Selain itu, kelompok control (non penyintas DBD) dengan pengetahuan baik 55,6%; pengetahuan kurang 44,4%; perilaku baik 55,6%; dan perilaku kurang 44,4%. Analisis bivariabel menunjukkan OR pengetahuan dengan kejadian DBD 1,5 (CI 95% 0,68-3,20) dan OR perilaku dengan kejadian DBD 4,0 (CI 95% 1,64-9,79). Kesimpulan: Pengetahuan tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian DBD. Perilaku memiliki hubungan bermakna dengan kejadian DBD.
Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that causes health problems in Indonesia. From 2017 to 2020, the trend of DHF incidence in Karimun Regency has increased with the highest DHF incidence in the Districts: Karimun; Meral; Meral Barat; and Tebing, which are in the Karimun Island region. The lack of community knowledge and behavior related to the prevention of DHF is a risk factor for the high incidence of DHF. Research Objectives: To determine the relationship between knowledge and community behavior with the incidence of DHF on Karimun Island in January-June 2021. Methods: This research is an observational analytic study with a case control study approach. Collecting data using a research instrument in the form of a questionnaire. Data analysis consisted of univariable analysis in the form of frequency distribution: knowledge; behavior; and the incidence of DHF, as well as bivariable analysis using simple logistic regression statistical tests resulted in OR (95% CI). Results: Univariable analysis showed that the case group (DHF survivors) with good knowledge was 64.8%; lack of knowledge 35.2%; good behavior 83.3%; and less behavior 16.7%. In addition, the control group (non-DHF survivors) with good knowledge was 55.6%; lack of knowledge 44.4%; good behavior 55.6%; and less behavior 44.4%. Bivariable analysis showed knowledge OR with DHF incidence 1.5 (95% CI 0.68-3.20) and behavior OR with DHF incidence 4.0 (95% CI 1.64-9.79). Conclusion: Knowledge has no significant relationship with the incidence of DHF. Behavior has a significant relationship with the incidence of DHF.
Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Demam Berdarah Dengue, Pulau Karimun, Kejadian DBD / Knowledge, Behavior, Dengue Hemorrhagic Fever, Karimun Island, DHF incidence