DETERMINANTS OF PRESENTATION DELAY OF BREAST CANCER PATIENTS: A HOSPITAL-BASED STUDY IN YOGYAKARTA, INDONESIA
RORENZ GERALDI S, Susanna Hilda Hutajulu, Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan yang paling banyak terdiagnosis dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, LMIC, kanker payudara menempati urutan tertinggi dalam insiden dan menempati urutan kedua kematian di antara keganasan lain pada wanita. Tujuan: Untuk menilai faktor sosiodemografi keterlambatan presentasi dan keterlambatan diagnosis pada presentasi kanker payudara. Metode: Desain penelitian kami adalah studi cross-sectional. Peneliti mengumpulkan data sekunder dari studi cross-sectional lain berjudul Keterlambatan dalam presentasi dan diagnosis wanita dengan kanker payudara di Yogyakarta, Indonesia: studi observasional retrospektif yang bersarang pada studi kohort prospektif lainnya. Keterlambatan presentasi atau waktu antara gejala awal dan konsultasi pertama pasien didefinisikan sebagai lebih dari 3 bulan. Penundaan diagnosis atau waktu antara kunjungan pertama dan konfirmasi diagnosis kanker payudara didefinisikan sebagai lebih dari 1 bulan. Analisis regresi logistik dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan presentasi pasien. Hasil: Enam puluh delapan (45,3%) pasien mengalami keterlambatan presentasi 3 bulan dan 99 pasien (66,0%) memiliki konfirmasi diagnosis 1 bulan. Pengetahuan pasien tentang kelainan kulit payudara sebagai tanda awal BC berhubungan bermakna dengan keterlambatan presentasi (OR, 0,29, 95% CI, 0,9-0,99, p = 0,049). Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia 60 tahun dengan keterlambatan presentasi (OR, 7,56, 95% CI, 1,25-45,93, p = 0,028). Kesimpulan: Sebagian besar wanita mengalami keterlambatan dalam menerima diagnosis. Usia yang lebih tua (lebih besar dari sama dengan 60 tahun) merupakan penentu risiko tinggi keterlambatan presentasi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara status perkawinan, pendidikan, pendapatan tahunan, waktu perjalanan dengan keterlambatan presentasi dan diagnosis. Studi ini menemukan bahwa pasien kanker payudara yang mengetahui 'kelainan kulit payudara' sebagai tanda awal memiliki risiko lebih tinggi untuk menunda presentasi dibandingkan dengan pasien yang tidak menyadarinya. Di masa depan, untuk mencegah keterlambatan pasien, pendidikan kesehatan kanker payudara dan program skrining harus dilakukan, dengan fokus pada wanita yang memiliki risiko keterlambatan yang lebih tinggi seperti usia yang lebih tua.
Background: The cancer of the breast is the most diagnosed malignancy and is the leading cause of cancer death in women throughout the globe. In Indonesia, a LMIC, breast cancer ranks the highest in incidence and placing second in mortality among other malignancies in females. Purpose: To assess the sociodemographic factors for presentation delay and diagnosis delay in breast cancer presentation. Methods: Our study design is a cross-sectional study. The researcher collected secondary data from another cross-sectional study titled Delays in the presentation and diagnosis of women with breast cancer in Yogyakarta, Indonesia: a retrospective observational study that is nested on another prospective cohort study. Presentation delay or the time between initial symptom and the patient's first consultation was defined as greater than equal to 3 months. Diagnosis delay or time between first visit and breast cancer diagnosis confirmation was defined as greater than equal to 1 month. A logistic regression analysis was conducted to explore the factors that contributes significantly to the patient presentation delay. Results: Sixty-eight (45.3%) patients had a greater than equal to 3-month presentation delay and 99 patients (66.0%) had a diagnosis confirmation by greater than equal to 1 month. Patient knowledge on breast skin abnormalities as an early sign of BC was significantly associated with presentation delay (OR, 0.29, 95% CI, 0.9-0.99, p = 0.049). Multivariate analysis shows significant relationship between age greater than equal to 60 years and presentation delay (OR, 7.56, 95% CI, 1.25-45.93, p =0.028). Conclusion: A large number of women suffered a delay in receiving a diagnosis. Older age (greater than equal to 60 years) is a high-risk determinant of presentation delay. There is no significant relationship between the marital status, education, annual income, commute time with both of presentation and diagnosis delay. The study found that breast cancer patients that knew 'breast skin abnormalities' as an early sign have higher risk of delaying presentation compared to patients who were unaware. In the future, to prevent patient delay, breast cancer health education and screening programs should be undertaken, with a focus on women who are at a higher risk of delay such as older age.
Kata Kunci : breast cancer, diagnosis delay, system delay, patient delay, bc, Indonesia.