Laporkan Masalah

Cognitive Output of Nasopharyngeal Carcinoma Patients after Chemoradiation Therapy at Dr.Sardjito General

AURELIA SEKAR AYU SI, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D; Dr. dr. Sagung Rai Indrasari, M.Kes., Sp.THT-KL(K), FICS

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Kognisi diartikan sebagai segala bentuk pengetahuan dan kesadaran. Penurunan fungsi ini disebut gangguan kognitif, di mana akan muncul kesulitan dalam berpikir. Cedera otak diketahui sebagai faktor risiko kondisi dan penyebabnya termasuk iradiasi dan agen toksik yang mungkin berasal dari terapi kanker. Karsinoma nasofaring adalah salah satu kanker yang paling umum di Indonesia dan menggabungkan terapi kemoterapi dan radiasi dalam pengelolaan penyakit. Oleh karena itu, risiko mengembangkan gangguan kognitif pada pasien meningkat. Karena kognisi memiliki peran besar dalam fungsi sehari-hari, adanya gangguan kognitif menjadi masalah penting untuk diwaspadai. Tujuan: Untuk mengetahui adanya gangguan kognitif pada pasien KNF pasca terapi kemoradiasi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai pasien KNF di Bagian THT RSUP dr.Sardjito Yogyakarta. Hasil kognitif ditentukan berdasarkan titik potong yang berlaku. Hasil: Dari 21 pasien KNF, 18 orang menunjukkan Gangguan Kognitif Ringan, 2 orang menunjukkan Fungsi Normal, dan 1 orang menunjukkan Gangguan Kognitif Sedang. Sedangkan pada kelompok sehat sebagian besar menunjukkan Fungsi Normal (n=18) dan sisanya mengalami Gangguan Kognitif Ringan (n=2). Hasil analisis dengan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p < 0,001. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara adanya output kognitif dan terapi kemoradiasi

Background: Cognition is defined as all form of knowing and awareness. The decline of this function is called cognitive impairment, in which there would be a present of difficulty in thinking. Brain injury is known to be the risk factor of the condition and the cause of it including irradiation and toxic agents which might come from cancer therapy. NPC is one of the most prevalent cancer in Indonesia and it combines both chemo and radiation therapy in the management of the disease. Hence, the risk of developing cognitive impairment in patients increases. As cognition play great role in daily function, the presence cognitive impairment become an important issue to be aware of. Objective: To determine the presence of cognitive impairment in NPC patients post chemoradiation therapy Method: This study is an analytical observational study that uses cross-sectional study design. Data collection is done by interviewing NPC patients in Department of ENT dr.Sardjito General Hospital Yogyakarta. The cognitive result is determined based on the existing cut-off points. Result: Among 21 NPC patients, 18 of them show Mild Cognitive Impairment, 2 of them show Normal Function, and 1 person show Moderate Cognitive Impairment. Meanwhile in healthy group, most of them show Normal Function (n=18) and the rest have Mild Cognitive Impairment (n=2). The analyzed result using Mann-Whitney test show p value of <0,001. Conclusion: There is a significant association between the presence of cognitive output and chemoradiation therapy

Kata Kunci : NPC, Chemoradiation, Cognitive Function, Cognitive Impairment

  1. S1-2022-425491-abstract.pdf  
  2. S1-2022-425491-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-425491-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-425491-title.pdf