PERBANDINGAN BEBERAPA METODE SAMPLING UNTUK PENAKSIRAN LUAS BIDANG DASAR DALAM KEGIATAN INVENT ARISASI TEGAKAN Acacia mangium Willd. DI P.T. MUSI HUTAN PERSADA, SUMATERA SELATAN
ARIES APRILIA IKA H., Dr. Ir. Ronggo Sadono
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANInventarisasi tegakan merupakan salah satu elemen penting dalarn pengelolaan sumberdaya hutan karena inventarisasi merupakan titik tolak dalarn penyusunan reneana pengelolaan hutan. Sarnpai saat ini metode plot sampling adalah yang sering digunakan dalarn kegiatan inventarisasi hutan tanarnan. Kondisi hutan dan banyaknya tenaga kerja mendukung pelaksanaan plot sampling di lapangan. Seiring dengan perkembangan pengelolaan hutan yang semakin intensif, metode lain mungkin bisa diterapkan untuk inventarisasi tegakan. Penelitian ini berfujuan untuk membandingkan taksiran luas bidang dasar per ha (Lbds/ha) dari tiap metode dan memilih metode mana yang paling bisa direkomendasikan untuk kegiatan inventarisasi tegakan A. mangium Penelitian dilaksanakan pada tegakan A. mangium. pada beberapa umur di Wilayah I Subanjeriji HPHTI PT. Musi Hutan Persada. Ada tiga metode inventarisasi yang dilaksanakan dalarn penelitian, yaitu plot sampling, tree sampling dan point sampling. Petak ukur seluas 1 ha sebagai petak kontrol juga dibuat dalarn penelitian ini. Analisis Multi Kriteria dengan kriteria akurasi dan efisiensi ekonomi dilakukan untuk memilih metode mana yang paling bisa direkomendasikan untuk kegiatan inventarisasi tegakan A. mangium. Akurasi mengaeu pada taksiran Lbds/ha tiap metode bila dibandingkan dengan kontrol, sedang efisiensi ekonomi menyangkut biaya yang hams dikeluarkan untuk pelaksanaan tiap-tiap metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan beberapa altematif pembobotan kriteria yang ditentukan diperoleh metode terpilih yang berbeda-beda pula. Pada pembobotan setimbang, point sampling dan tree sampling muneul sebagai dua metode yang sarna nilai kompositnya. Point sampling menjadi metode yang paling bisa direkomendasikan jika efisiensi ekonomi dianggap lebih penting daripada akurasi. Apabila akurasi mendapat bobot lebih tinggi daripada efisiensi ekonomi, maka tree sampling muneul sebagai altematif yang paling bisa diajukan.
Forest inventory was one of important elements in forest resource management because inventory was a base for making a forest planning. Plot sampling was the only method that often used in forest inventory especially in evenaged forest until now. Forest condition and many of workers supported the used of plot sampling in field. As well as the development of forest management, other methods were possible to be applied in stand inventory. The objective ofthis research was to compare basal area estimation of some sompling methods and choose the most recommended methods for stand inventory ofA. mangium. This research was done to stand of A. mangium in some ages on Area I Subanjeriji HPHTI PT Musi Hutan Persada. Three methods were compared, i.e. plot sampling, tree sampling and point sampling. Plot wide 1 ha was made in this research as control. Multi Criteria Analysis with accuracy and economic efficiency as the criteria was done to choose the most recommended methods for stand inventory ofA. mangium. Accuracy refered to basal area estimation of each method compared with control, and economic efficiency refered to cost that must be spent to practice each method. The result showed that with some different weighting, different sampling methods were choosen. When accuracy and economic efficiency had the same level of important, point sampling and tree sampling appear as method with same composite scores. Point sampling become the most recommended method when economic efficiency was considered more important than accuracy. If accuracy was considered had higher level of weight than economic efficiency, tree sampling appear as the most recommended altematif
Kata Kunci : metode inventarisasi, luas bidang dasar, sesuai