PENGARUH POSISI AKSIAL DAN RADIAL TERHADAP SIFAT-SIFAT PEREKATAN KAYU SUREN ( Toona surem Merr.)
BENY RAHMANTO, Prof. Dr. Ir. TA. Prayitno, M.For.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat mempakan salah satu bentuk pengusahaan hutan pada tanah milik yang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Di dalam hutan rakyat ditanam berbagai jenis pepohonan yang hasil utamanya bisa beraneka ragam. Pemanfaatan kayu-kayu dari hutan rakyat kurang optimal dan memiliki daya saing rendah di pasaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengembangan teknologi produk perkayuan yaitu teknologi perekatan kayu. Penelitian ini mengb1U11akan rancangan acak lengkap ( ( 'omplete?y Randomized Design ) dengan percobaan faktorial. Faktor yang digunakan tcrdiri dari dua faktor yaitu posisi aksial ( pangkal, tengah, ujung ), dan posisi radial ( dekat hati, dekat kulit ) sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dcngan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, berat jenis, kctcguhan rekat kering udara, keteguhan rekat basah, persen kemsakan kayu kering udara, persen kemsakan kayu basah, dan wetabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari kcdua faktor hanya pada parameter wetabilitas. Faktor aksial berpengamh nyata tcrhadap nilai kadar air, keteguhan rekat kering udara, persentase kemsakan kayu basah, dan wetabilitas. Posisi pangkal menghasilkan nilai kadar air, kctc? uhan rekat kcring udara dan wetabilitas tertinggi yaitu 12,735%, 172,438 kg/cm , 1335,278 mm. Posisi ujung menghasilkan nilai persen kerusakan kayu basah tertinggi yaitu 59,479 %. Faktor radial berpengamh nyata terhadap keteguhan rekat kering udara dan wetabilitas. Posisi dekat kulit menghasilkan nilai keteguhan rekat kering udara dan wetabilitas teitinggi yaitu 158,995 kg/cm2 , 1265,701 mm. lnteraksi faktor aksial dan radial terjadi pada posisi ujung dekat hati dengan posisi lainnya pada parameter wetabilitas.
Kata Kunci : posisi aksial, posisi radial, sifat perekatan, kayu sureN