Tinjauan sosial ekonomi terhadap tingkat kecukupan penduduk dikecamatan Dukun kabupaten Magelang
Raswad Riadus Solihin, DR. Ida Bagoes Mantra; Drs. Tukiran
1980 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTingkat kecukupan berarti suatu kebutuhan minimum yang mecukupi sehingga memungkinkan orang dapat hidup secara layak. Batas kebutuhan minimum ini disebut garis kecukupan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecukupan penduduk berdasarkan kecukupan pangan, pendapatan dan tanah. Juga untuk mengetahui hubungan antara pekerjaan, luas pemilikan tanah, pendapatan dan jumlah keluarga dengan tingkat kecukupan dan hubungan antara tingkat kecukupan dengan keadaan konsumsi, pendidikan anak, keadaan rumah dan pemilikan barang serta perbedaan keadaan sosial ekonomi penduduk pada tahun 1969 dan 1979. Metode penelitian ini menggunakan area sampling. Kecamatan Dukun dibagi menjadi dua wilayah berdasarkan mayoritas penggunaan tanah, yaitu wilayah pertanian sawah dan tegalan. Kalurahan Ngadipuro mewakili wilayah pertanian sawah dan Krinjing mewakili wilayah pertanian tegalan. Masing-masing kalurahan tersebut dipilih dua pedukuhan yaitu Karanggayam dan Grawah untuk Ngadipuro, Tempel dan Pugeran untuk Krinjing. Seluruh kepala keluarga pada padukuhan tersebut dijadikan responden. Informasi yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer antaralain keadaan demografi, keadaan sosial ekonomi, kecukupan kerja dan pendapat. Data sekunder antaralain keadaan penduduk, prasarana pendidikan, kesehatan, transportasi, kondisi rumah, luas penggunaan tanah dan produksi pertanian. Disamping itu, mengadakan wawancara bebas dengan beberapa pemuka masyarakatyang ada hubungannya dengan penelitian. Dari data tersebut dianalisis dengan analisa univariate, bivariate dan multivariate. Analisa univariate yaitu pemeriksaan hanya pada satu variabel, dan analisis bivariate yaitu membandingkan sub kelompok variabel bebas daris egi nilai variabel terikat. Sedang analisa multivariate yaitu pemeriksaan terhadap beberapa variabel secara serempak. Hasil dari penelitian didapatkan yaitu : Berdasarkan patokan kecukupan pangan senilai 240 kg beras/orang/tahun, maka penduduk yang tergolong cukup pangan di Ngadipuro 77.9% sedang di Krinjing 60,7%. Berdasarkan kecukupan pendapatan senilai 316 kg beras/orang/tahun, maka penduduk yang termasuk cukup pendapatan di Ngadipuro 65,3% dan di Krinjing 49.2%. SEdang kecukupan tanah tiap orang di Ngadipuro 0,0476 ha tanah sawah dan di Krinjing0,143 ha tanah tegalan, maka mereka yang cukup tanah dinGadipuro 44,2% dan di Krinjing 32,8%. beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kecukupan di Ngadipuro dan Krinjing., ternyata luas pemilikan tanah lebih berpengaruh daripada bidang pekerjaaan dan besarnya pendapatan lebih berpengaruh daripada jumlah keluarga. Keadaan sosial ekonomi yang dipengaruhi oleg tingkat kecukupan ternyata semakin tinggi tingkat ekcukupan maka semakin rendah proporsi konsumsi, semakin tinggi pendidikananak, keadaan rumah dan pemilikan barang. Perbedaan keadaan sosial ekonomi penduduk seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan keadaaan rumah, pemilikan barang pada tahun 1979 lebih baik bila dibandingkan pada tahun 1969. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk di daerah penelitian termasuk cukup pangan, pendapatan dan tanah. Keadaan sosial ekonomi penduduk pada tahun 1979 lebih baik bila dibandingkan pada tahun 1969. Hal ini merupakan salah satu akibat dari hasil pembangunan Pelita I dan II dalam usaha meningkatkan taraf hidup golongan masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah.
Kata Kunci : Garis Kecukupan,Tingkat Kecukupan Penduduk,Magelang,Jawa Tengah,Penggunaan Tanah