PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Desa Nata, Belo, Bima, Nusa Tenggara Barat)
MUHAMMAD HABIBI SAUQI, Jr. Djuwadi, MS
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan hutan secara swadaya oleh masyarakat pada saat iill lebih optimal untuk dapat mengelola hutan dengan baik. Desa Nata merupakan salah satu desa yang mengelola hutannya secara swadaya masyarakat. Pengelolaan hutan rak:yat secara swadaya merupakan salah satu wujud kepedulian masyarakat pada lingkungan. Penelitian iill bertujuan untuk mengetahui potensi hutan rakyat, mempelajari sistem pengelolaan hutan rakyat dari penanaman sampai pemasaran, mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan rakyat, dan mengetahui peranan kelembagaan baik ditingkat masyarakat maupun pemerintah. Penelitian iill dilaksanakan di Desa Nata, Belo, Bima pada bulan Maret - April 2005. Dalam penelitian iill pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling, dan untuk menganalisanya menggunakan metode deskriptit: jeills data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Sistem pengelolaan hutan rakyat meliputi pengelolaan produksi yang dapat dilihat dari hasil hutan kayu dan hasil hutan non kayu, pengelolaan dati aspek sosial diperoleh dati adanya kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus sebagai lahan pendidikan dan pembelajaran, pengelolaan dati aspek ekosistem dapat dilihat dari nilai estetika dan fungsi dari hutan rakyat serta dati keanekaragaman jeills, pengelolaan dati aspek konservasi tanah dapat dilihat dati rehabilitasi lahan yang dilakukan. Dalam penelitian iill diperoleh hasil potensi dari keempat bentuk hutan rakyat yaitu pekarangan yang paling besar ada pada dusun Oi-Rida dengan volume 71,36 m3 /Ha, dan Lbds sebesar 19,5 m2 /Ha. Bentuk hutan rakyat tegalan paling besar ada pada dusun Doro-Naga dengan volume 4,52 m3 /Ha, dan Lbds sebesar 0,89 m2/Ha. Bentuk hutan rakyat tebo/alas yang paling besar ada pada dusun Oi-Rida dengan volume 7,43 m3 /Ha, dan Lbds sebesar 1,57 m2 /Ha
Management of forest self-supportingly by society at the moment more optimal to can to manage the forest better. Countryside of Nata is one of the countryside managing its forest to self-supportingly is society. Management of people forest self-supportingly is one of existing society caring of at environment. This research to knowing the potency of people forest, learning system of management people forest from cultivation until marketing, knowing by society perception to management of people forest, and know the mounted by role good institude ofsociety and also governmental. This research is executed in countryside ofnata, Belo, Bima at March until April 2005. In this research intake sampel used the stratified random sampling and to analyse it used the descriptive method, type collected cover the of primary data and data ofsekunder. Management of people forest system cover the production management which can be seen from result of wood forest and result of forest of non wood, management from the aspect social obtained from existence of oppurtunited work form ofsociety of one bellow as farm of education and study, management from visible ekosistem aspect from value of esthetics and function from people forest and also from type variety management from visible land, ground conservation aspect can be seen from rehabilitating conducted farm. In this research is obtained by result of potency fourth form the people forest that is biggest lawn on orchard Oi·Ridawith the volume 71,36 m3 /Ha, and Lbds of equal to 19,5 m2 /Ha. Form the biggest non irrigated dry field people forest is on orchard Doro·Naga with the volume 4,52 m3 /Ha, and Lbds of equal to 0,89 m2 /Ha. Form of people forest tebo/pallet biggest is on orchard Oi-Rida with the volume 7,43 m3 /Ha, and Lbds ofequal to 1,57 m2 /Ha.
Kata Kunci : Pengelolaan, hutan rakyat