Analisis efisiensi dan Benefit Cost Ratio pengoperasian instalasi pengolahan air Limbah (IPAL) Industri Penyamakan Kulit :: Studi kasus PT. Budi Makmur Jayamurni Tahun 2002
HENDARTOMO, Tomi, Drs. A. Budi Purnomo, MA
2003 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKonsentrasi limbah cair industri penyamakan kulit sangat tinggi jika tidak diolah dan sangat berbahaya jika dibuang ke sungai. Tujuan dari pembangunan IPAL adalah untuk menurunkan kandungan limbah cair dan menjaga kualitas air sungai tetap baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengevaluasi dampak dari pembangunan dan operasional IPAL PT. Budi Makmur Jayamurni terhadap kualitas air Sungai Gajahwong dan produksi ikan di kolam budidaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti meghitung efisiensi dari IPAL PT. Budi Makmur Jayamurni dan melakukan pengujian air Sungai Gajahwong. Parameter yang diteliti adalah suhu, pH, DO, BOD, COD, TSS, Cr total dan Cr6+. Efisiensi IPAL untuk menurunkan nilai BOD, COD, TSS dan krom total berkisar antara 88-95%. Untuk beban pencemaran yang masih melebihi baku mutu adalah parameter BOD dan COD. Dari hasil pengujian sampel air Sungai Gajahwong 10 Oktober 2002 dan 10 Januari 2003, ternyata setelah ada buangan limbah cair dari IPAL PT. Budi Makmur Jayamurni air Sungai Gajahwong kualitasnya menjadi turun. Indikasinya nilai BOD dan COD menjadi naik, serta konsentrasi DO turun. Sehingga air Sungai Gajahwong tidak layak digunakan untuk air golongan B (air baku air minum) yang telah ditetapkan oleh Gubernur DIY. Manfaat dari proyek pembangunan IPAL yaitu nilai produksi ikan yang terselamatkan selama 18 tahun adalah Rp. 549.655.924. Biaya pembangunan dan operasional IPAL selama 18 tahun adalah sebesar Rp. 6.852.777.086. Sehingga perbandingan manfaat dan biaya adalah 0,08 (benefit cost ratio sosial). Nilai ini dibawah satu sehingga secara ekonomi pembangunan IPAL tidak layak selama 18 tahun dengan batas wilayah hanya sampai Desa Tamanan dan Wirokerten Bantul.
Liquid waste concentration of leather tanning industry is very high if not to treatment and very dangerous if release to river. The aim of wastewater treatment development was to reduce liquid waste concentration and to keep river water quality still better. The aim of this research was to study and evaluate impact that could occured during waste water treatment development and operation owned PT. Budi Makmur Jayamurni to water quality of Gajahwong River and fish production. To meet this objective, researcher estimated efficiency of waste water treatment PT. Budi Makmur Jayamurni and conducted several test on Gajahwong river. Parameters that were tested and analyzed were temperatures, pH, DO, BOD, COD, Cr total, and Cr6+. Waste water treatment efficiency of reducing BOD, COD, TSS and total Chrome approximately 88 - 95%. Parameter that exceeded the tolerance level are BOD and COD. The result of the test conducted on 10th October 2002 and 10th January 2003 were liquid waste of the waste water treatment reduce the Gajahwong river water quality. Value of BOD and COD indicator inclined, DO concentration declined. The result was Gajahwong river water are not consumable as drinking water according to Governor regulation. Benefit of the wastewater treatment that have been development ever since 18 years can save fish production value approximately Rp. 549.655.924. Building and waste water operational cost for 18 years have been Rp. 6.852.777.086. The benefit cost ratio is 0,08 (social benefit cost ratio). The value under 1 meaning economically the wastewater treatment have not been feasible for 18 years with research area up to Tamanan and Wirokerten village, Bantul.
Kata Kunci : Pengolahan Limbah, Industri Penyamakan Kulit, IPAL, Efficiency, waste, water, benefit, cost.