STUDI KARAKTERISTIK FUNGSIONAL TANAMAN PADA CAGAR ALAM NUSAKAMBANGAN TIMUR
KHAERUL DESTO ARIBOWO, Ir.Dwi T. Adriyanti, M.P.,
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANeagar AlamNusakambangan Timur termasuk kawasan eagar alam dengan tipe Hutan Hujan Tropika Basah Dataran Rendah. Keberadaannya tidak Iepas dari kerusakan baik secara' alami ataupun faktor manusia.Kerusakan dalam skala besar mengakibatkan terjadinya proses suksesi. Suksesi akan . berlangsung beberapa saat setelah hutan mengalami kerusakan. Pada pengamatan pendahuluan tentang biodiversitas tumbuhan menunjukkan adanya indikasi bahwa tahapan suksesi dapatdiketahui, dengan metode karakteristik fungsional tanaman (PFA= Plant Functional Attribute). Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat 3 plot penelitian untuk mewakili kawasan eagar Alam" Nusakambangan Timur dengan ukuran masingmasing plot penelitian sebesar 40 x 5 m. Pengamatan dilakukan secara menyeluruh pada ciri habitat dan tumbuhan yang ada. Semua karakteristik fungsional tanaman dicatat sebagai variabel yang berkesinambungan jumlahnya. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk membandingkan perubahan vegetasi sepanjang perubahan lingkungan atau perubahan tingkat vegetasi (suksesi). Metode yang digunakan dalam klasifikasi PFA ini adalah Minimum Variance Clustering atau metode Ward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eagar Alam Nusak~mbangan Timur . didominasi oleh elemen' karakteristik fungsional tanaman yaitu ukuran daun dengan. tipe notophyn dan mesophyll, kemiringan atau inklinasi daun dengan tipe lateral dan life form dengan tipe phanerophyte. Terbentuk 2 kelompok yang mencerminkan tingkat suksesi yang terjadi. Kelompok A yaitu plot penelitian kedua dan ketiga merupakan tahap aw~1 dari. berlangsungnya suksesi sekunder dan kelompok B yaitu plot penelitian pertama merupakan tahap lanjutan. Hal ini ditandai dengan adanya perbedaan komposisi karakteristik fungsional tanaman dari kedua kelompok tersebut. Semakin tinggi tingkat suksesi maka semakin kompleks keragaman vegetasi yang ada. Pada penelitian ini dapat dicirikan dengan elemen DO yaitu keberadaan klorofil pada daun atau dorsiventral.
Nature Reserve of East Nusakambangan is included to tropical lowland humid forest type. However, the area of this forest is becoming decreasing due to natural damages and human factor. The damage is large continuously recovers in the process of succession. Succession will take place immediately after a forest damage. Earlier observation on plant biodiversity revealed that succession stages were able to be scrutinized by inspecting its Plant Functional Attributes (PFA). This study was conducted by making 3 plots to represent areas with the large of each plot is about 40 x 5 m. Investigation was conducted for the whole habitat identity and all plants. All Plant Functional Attributes was recorded as continuous numerical data. The data was analysed to identify and compare the vegetation dynamic along recognisable physical environmental gradients. Method employed for PFA classification was Minimum Variance Clustering or Ward. The result shows that Nature Reserve of East Nusakambangan is dominated by PFA's element namely leaf size of notophyn and mesophyll, leaf inclination.,of lateral and life form of phanerophyte. There are two group reflecting the stages of succession. Group A consists of 2 plots i.e. plot 2 and plot 3. those plots indicate the early step of secondary succession. Group B consists of one plot (plot 1). This plot indicates the advance stage of succession. Between two groups (A and B) there is a difference on plant functional attributes composition ;it shows the higher level of succession the more diverse the type of vegetation. This study used DO elemen' wflich is indicating of chlorophyll presence within leaf (dorsiventral).
Kata Kunci : Kerusakan, Suksesi, Karakteristik Fungsional Tanaman