Laporkan Masalah

ASEAN TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) AND ITS CONTRIBUTION TO INDONESIAN TOURISM DEVELOPMENT THROUGH TOURISM STRATEGIC PLAN 2015-2019

AGNI FIRDAUSYA M, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.

2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) merupakan produk yang mewujudkan peta strategis dalam rangka memfasilitasi dan mengembangkan integrasi pariwisata ASEAN. Di dalamnya terdapat dua arah strategis yang dijabarkan menjadi beberapa tindakan strategis yang bertujuan untuk menjadi pedoman dan/atau rekomendasi bagi negara-negara anggota ASEAN dalam merumuskan kebijakannya guna mewujudkan integrasi ASEAN dan menghilangkan hambatan pariwisata regional di Asia Tenggara. Sebagai rencana strategis, ATSP telah memberikan arahan rinci sebagai acuan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mengadopsi. Namun dalam kasus Indonesia, poin-poin tindakan strategis yang diadopsi ke dalam Renstra yang kemudian dijadikan kebijakan yang benar-benar diimplementasikan di masyarakat hanya-lah poin-poin yang bermanfaat bagi pembangunan pariwisata nasional atau poin-poin yang mekanisme adopsinya mudah diterapkan. Oleh karena itu, beberapa poin yang terkandung dalam ATSP memang telah membantu peningkatan pembangunan pariwisata di Indonesia sampai batas tertentu, namun masih banyak yang tidak diadopsi karena tidak sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan ASEAN sebagai single tourism destination masih membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian, untuk turut serta mewujudkan masterplan MEA 2025 juga masih membutuhkan waktu yang lama.

ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) is a product that embodies strategic map in order to facilitate and develop ASEAN tourism integration. It contains two strategic directions which derived into several strategic actions that aimed to be guidance and/or recommendations for ASEAN member states in formulating their policies in order to realise ASEAN integration and eliminate regional tourism barriers in Southeast Asia. As a strategic plan, ATSP has provided detailed directives as reference for ASEAN member states to adopt. However, in the case of Indonesia, the points of strategic actions adopted into Renstra which then used as policies that are actually implemented in the community are only points that is beneficial to the national tourism development or points in which the adoption mechanism is easy to implement. Therefore, some of the points contained in ATSP have indeed already helped the enhancement of tourism development in Indonesia to some extent, yet there are still some that are not adopted as that do not in line with what Indonesia needs. Therefore, in regard to realise ASEAN as a single tourism destination, it will still take a long time. That being the case, to also participate in realising the master plan of AEC 2025 will still also takes a long time.

Kata Kunci : Tourism, ATSP, Renstra, Indonesia, ASEAN, International Relations

  1. S1-2022-429308-abstract.pdf  
  2. S1-2022-429308-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-429308-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-429308-title.pdf