Laporkan Masalah

TEKANAN PENDUDUK MASYARAKAT SEKITAR HUTAN TERHADAP LAHAN . (Studi Kasus di Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunungkidul)

TSALIS BASARI, Ir. Djuwadi, M..S

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Masalah kekurangan lahan garapan di Desa Bunder antara lain dapat diindikasikan dengan pemanfaatan lahan hutan sebagai lahan garapan oleh masyarakat. Kekurangan lahan tersebut mengakibatkan tekanan «.'rhadap lahan menjadi meningkat baik terhadap lahan milik maupun lahan kehut.man. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh berbagai inforr.lasi sosial ekonomi masyarakat untuk menghitung nilai tekanan penduduk terhadap lahan dan kebutuhan lahan untuk hidup layak. Selain itu juga untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menekankan pada studi lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purpossive sampling. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanian di Desa Bunder tidak dapat untuk hidup layak. Nilai tekanan penduduk tcrhadap lahan milik dan lahan kehutanan sebesar 1,6 sedangkan terhadap lahan milik sebesar 1,9. Untuk hidup layak, masyarakat petani di Desa Bunder membutuhkan lahan seluas 0,68 ha/kapita apabila tidak ada lahan andil. Sedffi1gkan dengan adanya lahan andil seluas 0,73 ha/kapita. Pendapatan rata-rata per kapita masyarakat petani dcngan adanya lahan andil sebesar Rp 1.220.000,00 /tahun sehingga masyarakat berada di atas garis kemiskinan pedesaan. Sedangkan tanpa lahan andil berada dalam kategori miskin dengan pendapatau rata-rata per kapita sebesar Rp 1.102.800,00 /tahun. Untuk meminimalkan tekanan peaduduk terhadap lahan dapat dilakukan dengan mcningkatkan produktifitas lahan, l11igrasi UI1(uk mengurangi kepadatan penduduk dan membuka kescmpatan kerja di luar sektor pertanian.

The problem of shortage cultivation area in Bunder Village could be indicated by the using offorest area as cultivation area by society. The shortage of the area caused increasing of the pressure to owned land and forestry area. The purpose of this research was getting some information ofsociety social-economic for calculating the value of the population pressure to land and the area's needs for proper life. Besides to know the level offarmers welfare. This research was done in Bunder Village, Patuk Subdistrict, Gunungkidul. This research used description method with concentration on field study. The sampling was done with purpossive sampling. The result of this research indicated that the farm area in Bunder Village could not be used for proper life. The value of population pressure to owned land and forestry area is 1.6. Where as to the owned land is 1.9. For propel' life, farmers in Bunder Village need area about 0.68 hectare per capita if there isn't share land. i Where as there is share land about 0.73 hectare per capita. The average annual income per capita of the farmers with share land about Rp 1.220.000,00 so the farmers live in over village poverty line. Where as without share land, they live in the poverty life category with average annual income per capita is Rp 1.102.000,00. To minimize the population pressure to land could be done by increasing the land productivity, migrating for decreasing the population density, and opening the job opportunity out ofthe agriculture sector.

Kata Kunci : Tekanan Penduduk, Lahan, dan Pendapatan.

  1. S1-2006-134952_Abstract.pdf  
  2. S1-2006-134952_Bibliography.pdf  
  3. S1-2006-134952_Table_of_Contain.pdf  
  4. S1-2006-134952_Title.pdf