Dinamika lembaga pendidikan militer menuju militer profesional
KURNIATUN, Endang Sri, Drs. Purwanto, M.Phil
2003 | Tesis | S2 SosiologiPeningkatan kualitas profesional militer banyak diwarnai oleh lembaga pendidikan yang menjadi basis dari pembentukan sikap dan kemampuan sebagai prajurit. Pertimbangan dimensi kualitas menjadi semakin penting ketika dihadapkan pada perkembangan pemikiran kritis masyarakat. Profesionalisme militer modern mengarah pada berlakunya diferensiasi dan operasionalisasi fungsi dalam kehidupan masyarakat. Didasari ini penulis mencoba melakukan case study yang diharapkan dapat memberikan gambaran apakah wacana paradigma baru yang bergulir saat ini akan diikuti dengan sebuah langkah realisasi atau hanya sekedar retorika. Tuntutan lingkup penugasan akan semakin rumit dan kompleks seiring dengan cepatnya perubahan sebagai akibat perkembangan tekno logi dan informasi, apalagi ditopang oleh kendala dari dimensi politik, ekonomi, sosial dan sebagainya. Realitas ini menjadi beban dan tantangan lembaga pendidikan militer untuk dapat mencetak out put pendidikan yang mampu mengatasi persoalan bangsa tanpa harus mengintervensi lembaga-lembaga lain secara mendalam. Akademi Militer Magelang sebagai unit analisis merupakan pilihan penulis dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan pencetakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia bidang kemiliteran. Lembaga ini memiliki suatu sistim sosial yang unik, pembagian divisi penugasan sangat rinci dan dilengkapi dengan kultur serta karakteristik spesifik. Penelitian dengan menggunakan metoda partisipant observer dan depth interview. Dinamika perubahan cukup nampak dalam sistem pendidikan walaupun tidak secara totalitas. Dalam sepuluh tahun terakhir ada beberapa pola kurikulum yang telah dilaksanakan, pertama pola kurukulum 3 . 1 dengan sistem kredit. Kedua, pola kurukulum 3 tahun 5 bulan dengan sistem kredit. Ketiga, pola kurikulum 3 tahun 5 bulan tanpa sistem kredit. Keempat, pola kurikulum 3 tahun (6 semester). Dari perjalanan kurikulum ini nampak bahwa sistim pendidikan di Akademi militer telah mencoba mengkolaborasi antara kepentingan tujuan pendidikan secara spesifik dengan wacana tuntutan publik. Adanya faktor kepentingan yang bekerja di lembaga pendidikan ini memperumit sistem kerja dan semakin memperlemah kinerja tim dalam pembentukan militer profesional. Rasionalitas mendasari pemikiran di lembaga ini, namun seringkali terkalahkan oleh kekuatan hegemoni militer, sedangkan kaum posmodernisme melihat rasionalitas sebagai ketidaksadaran massal yang memenjara cara bertindak dan mengarah pada dominasi dalam wajah baru. Nilainilai keseragaman, dis iplin, kepatuhan, keteraturan, etika komando, hirarkhisme, loyalitas dan patriotisme telah membungkus pikiran rasional masyarakat militer. Pengambilan kebijakan lebih didominasi oleh semangat esprit de corps. Sistem pendidikan di Akademi Militer belum mengarah pada mekanisme pendidikan ala Paulo Freire dalam mengantarkan peserta didik menjadi militer profesional, realitas menunjukkan bahwa peserta didik maupun pendidik masih dibalut oleh keterbatasan dan aturan. Namun demikian lembaga pendidikan Akademi Militer diharapkan tetap merupakan centre of excellent dalam melahirkan perwira militer profesional.
Educational institution, which in the basic of building attitude and ability forming as a soldier, establishes quality improvements in military professionalism. Quality consideration becomes more important when it confronts to the critical society. Modern military professionalism leads to differentiation and operational function in society livelihood. Based from above the writer conduct case study, which is expected to provide illustration of the hew discourse whether is followed by realization action or just a rhetorical. The assignment insistence will be more complicated in accordance with rapidly situation adjusment as the consequences of technology and information development that are also sustained by politic, economy, and social obstacles. This realty become a constraint and challenge in military educational institusion to produce educational out put is able to overcome in nation problem without having intervention other institutions deeply. Magelang Military Academy are analysis unit and also an option for the writer to conduct the research concerning on building Indonesian military human resources. This institustion has a unique social system, accurately division assignment and feature culture and specific characteristic social system. This study apply a participant observation method and in depth inteview. The dynamic adjusment appears in educational system although it’s not totally. In the past ten years there are some curriculum patterns. Second, it was 3 years 5 months credit system curriculum pattern. Third, it was 3 years 5 months non credit system curriculum pattern. Fourth, it was 3 years (6 semester) curriculum pattern . From this curriculum adjusment denote that education system in military academy have already tried to collaborate the specific interest of education objective with public insistence discourse. The present of interest factor in the education program complicate the working system and weaken the working capability of the team in the process of forming a professional military. Rationaly emphasizes the though in this institution but it is very often defeated by the power of military hegemony, meanwhile postmodernian see the rationality as a mass unconsciousness that restricts the way of act and lead to anew form of domination. The values of uniformity, discilpine, obdience, ethics of command, hierarchism, loyalty, and patriotism have wrapped rational though of military society. Policy taking is more dominated by the esprit de corps. Eduational system in Military Academy has not been focused in Paulo Freire educational institution in accompanyying students and facilitators wrapped by restrictions and rules. Even though Military Academyt Educational Institution is still expected to be center of excellent in building professional military officer.
Kata Kunci : Sosiologi,Pendidikan Militer,Dinamika Lembaga Pendidikan