Laporkan Masalah

Resor dengan Pendekatan Ekowisata di Kabupten Karanganyar

FAIZA PUTRI AISYA, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D

2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Karanganyar merupakan kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia yang cukup mampu menarik banyak wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara datang dan berkunjung menikmati keindahan alam. Sebagai kota tujuan wisata, kabupaten ini dituntut untuk terus mengembangkan dan mempercantik wajah kepariwisatanya. Berbagai destinasi wisata terdapat di Karanganyar, dari wisata alam, agrowisata, hingga wisata ziarah. Pun angka wisatawan yang datang ke kabupaten ini pada tahun 2019 mencapai angka tertingginya, yakni, 3 juta wisatawan. Di sisi lain, selain pariwisata, Kabupaten Karanganyar pun dikenal akan sumber daya alam yang melimpah serta tanah yang subur, menjadikannya bumi yang subur ditumbuhi berbagai tanaman. Pun sama halnya dengan budaya dan kerajinan tangan yang dihasilkan di kabupaten ini. Hal ini yang menjadikan Kabupaten Karanganyar dikenal dengan sebutan Bumi Intanpari, yang merupakan akronim dari Bumi Industri, Pertanian, dan Pariwisata. Dengan banyaknya potensi yang ada, maka salah satu sarana penunjang pariwisata yang diperlukan adalah penginapan. Di Kabupaten Karanganyar sendiri, sangat sedikit jumlah penginapan berbintang berkualitas premium. Sebuah penginapan berkelas premium harus mampu menonjolkan potensi dan keindahan yang dimiliki daerah ini secara maksimal, baik dari potensi pemandangan alam, sumber daya alam, hingga potensi sumber daya manusia dan sosial-budaya, sehingga kegiatan beristirahat di daerah ini dapat dinikmati seutuhnya. Pun juga harus memberikan fasilitas yang bersifat rekreatif namun tetap privat, untuk memenuhi kebutuhan beristirahat sejenak dari hiruk pikuk kota dan sibuknya pekerjaan. Sebuah resor yang jauh dari keramaian, sekaligus menawarkan pengalaman yang imersif terhadap lingkungan sekitar. Pendekatan ekowisata dipilih sebagai upaya tak hanya menawarkan pengalaman bermalam yang premium dan privat, namun sekaligus meningkatkan kualitas ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Konsep Immersive Ecotourism pun dipilih sebagai benang merah dari pengalaman premium dan keterlibatan lingkungan. Konsep imersif dalam resor ini pada dasarnya adalah bagaimana kompleks resor ini dapat seolah mengelilingi atau menciptakan lingkungan sendiri di dalamnya (eksklusivitas) namun tetap membaur dengan lingkungan sekitar, dan melibatkan peran masyarakat sekitar. Penginapan diharapkan mampu menyediakan fasilitas berlibur, memberi rasa nyaman dan keluar dari rutinitas, memanfaatkan potensi alam yang ada juga mampu menunjukkan memberikan kemaslahatan banyak masyarakat lokal.

Karanganyar is a district in Central Java, Indonesia which is quite capable of attracting many tourists, both domestic and foreign tourists, to come and visit to enjoy the beauty of nature. As a tourist destination, this district is required to continue to develop and beautify the face of tourism. There are various tourist destinations in Karanganyar, from nature tourism, agrotourism, to pilgrimage tours. Even the number of tourists who came to this district in 2019 reached its highest number, namely, 3 million tourists. On the other hand, apart from tourism, Karanganyar Regency is also known for its abundant natural resources and fertile soil, making it a fertile earth overgrown with various plants. It is the same with the culture and handicrafts produced in this district. This is what makes Karanganyar Regency known as Bumi Inwithoutri, which is an acronym for Bumi Industri, Agriculture, and Tourism. With so much potential, one of the tourism supporting facilities needed is lodging. In Karanganyar Regency itself, there are very few premium quality star accommodations. A premium-class inn must be able to maximize the potential and beauty of this area, both from the potential of natural scenery, natural resources, to the potential of human and socio-cultural resources, so that resting activities in this area can be fully enjoyed. It also has to provide facilities that are recreational but still private, to meet the need to take a break from the hustle and bustle of the city and busy work. A resort that is far from the crowds, while offering an immersive experience to the surrounding environment. The ecotourism approach was chosen as an effort not only to offer a premium and private overnight experience, but at the same time to improve the ecological, economic, and socio-cultural quality of the environment and the surrounding community. The concept of Immersive Ecotourism was chosen as the common thread of premium experiences and environmental involvement. The immersive concept in this resort is basically how the resort complex can seem to surround or create its own environment in it (exclusivity) but still blend in with the surrounding environment, and involve the role of the surrounding community. The inn is expected to be able to provide vacation facilities, provide a sense of comfort and get out of the routine, take advantage of the natural potential that exists and be able to show the benefit of many local communities.

Kata Kunci : resor, ekowisata, pariwisata, pemberdayaan

  1. S1-2022-413443-abstract.pdf  
  2. S1-2022-413443-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-413443-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-413443-title.pdf