Prevalensi gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) di wilayah Kecamatan Tawaili Kabupaten Donggala
AHWAN, dr. Suharyanto Supardi, MPH.,MSPH
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: GAKY masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi GAKY di Kabupaten Donggala berdasarkan survei tahun 1998 sebesar 19,58% dan Kecamatan Tawaili sebesar 58,17%. GAKY tidak hanya memberikan dampak terhadap penyakit gondok dan kretin. Akan tetapi akibat GAKY mengarah pada susunan saraf yang berdampak pada kecerdasan dan perkembangan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari tingginya prevalensi GAKY di Kecamatan Tawaili. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode DKT, Wawancara Mendalam, dan Observasi. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga, petugas kesehatan, kader kesehatan dan tokoh masyarakat, termasuk rumah tangga, kios, dan pasar untuk diobservasi, sehubungan dengan garam yang dikonsumsi dan dijual pada ke 5 desa lokasi penelitian. Pemilihan sampel dilakukan secara purposif, kuota, dan padat sampel. Hasil Penelitian: Pengetahuan informan tentang GAKY sebagian besar sudah baik. Sikap informan sebagian besar tetap mencari dan menggunakan garam yodium, bila tidak ada di desa. Garam yang dikonsumsi sebagian besar garam yodium, penyimpanan garam di rumah tangga sebagian besar terbuka, di kios dan pasar sebagian tertutup, dan sebagian terbuka. Penggunaan garam di rumah tangga sebagian besar sudah tepat. Bahan makanan yang sering dikonsumsi adalah sayur kelor, ubi kayu, beras jagung, pisang dan ikan asin. Persepi terhadap GAKY sebagian menganggap berbahaya, sebagian menganggap tidak berbahaya. Umumnya kapsul yodium terdistribusi dengan baik, dan sebagian besar dikonsumsi dengan teratur. Masih ditemukan garam non yodium beredar di masyarakat. Pada prinsipnya jenis penyuluhan yang dilaksanakan sudah sesuai, tetapi penyuluhan kelompok masih perlu ditingkatkan frekuensinya, dan penggunaan bahasa disesuaikan dengan kondisi desa. Kesimpulan: Faktor-faktor yang mendasari terhadap tingginya prevalensi GAKY yaitu, karena sering mengkonsumsi sayur kelor dan ubi kayu, penyimpanan garam yodium di rumah tangga, kios dan pasar yang tidak tepat, serta persepsi informan/masyarakat terhadap penyakit GAKY yang tidak berbahaya, terutama gondok.
Background: Iodine deficiency (GAKY) is still a health problem in Indonesia. The prevalence of GAKY in Donggala regency, based on the 1998 survey, was 19.58% and in Tawaili sub district 58.17%. GAKY does not only affect goitre and cretine, but also affects the nervous system that in the long run affects intellectual and social development. This study was aimed at finding factors related with high prevalence of GAKY in Tawaili sub-district. Methods: This was an explorative study with qualitative approach. Data were obtained from Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews, and observation. The subjects were housewives, health workers, and community leaders, including households, stalls, and markets for observation in relation with salt consumed and sold in 5 villages in the area of study. The samples were chosen in the purposive, quota and density methods. Results: Most informant’s knowledge on GAKY had been good. Most informants attitude continue to find out iodine salt if there was not available in the village. Most salt consumed was fortified salt and the salt was openly storage in the household; in the stalls and market some of the salt was openly storage. The use of salt in the market was open and some closed. The use of salt in the households had mostly appropriate. Food mostly consumed included kelor vegetables, cassava, rice, corn, bananas, and salted fish. Some perceived GAKY as dangerous and some others not dangerous. In general iodine capsules were distributed well, and some were consumed regularly. There was still found non-iodine salt available in public. In principle, the counseling and guidance given by health workers was relevant, but group guidance should be held more often and language should be suitable with the condition of the village. Conclusions: The factors which gave to high prevalence on GAKY that is, caused by consumption of kelor vegetables in frequently and cassava, storage the iodine salt in household, stall and market in unappropriate, and community perceived goitre is not a life threatening conditions.
Kata Kunci : Perilaku Sehat,Kekurangan Yodium,Gangguan