Laporkan Masalah

Hubungan antara penderes dan pengepul gula kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

WARDIYONO, FX, Drs. Rahardjo, MSc

2003 | Tesis | S2 Sosiologi

Penelitian tentang Hubungan antara Penderes dan Pengepul Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, peneliti hanya membatasi pada jenis hubungan yang terjadi adanya hubungan tersebut. Permasalahan yang terjadi pada penderes gula kelapa adalah bahwa hampir semua penderes gula kelapa terikat pada pengepul (pengijon) dan bagi para penderes yang sudah terlanjur terlibat pada pengepul pada umumnya tidak akan mampu melepaskan diri dari ikatan pengepul. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan kegiatan, ucapan dan tingkah laku yang dapat diamati. Jumlah responden 95 orang penderes dan 10 orang pengepul. Hasil temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa para penderes gula kelapa terjebak pada ikatan dengan pengepul melalui ikatan jual beli yang mereka namakan “Sistem Kontrak”. Sistim ini terbentuk karena para penderes mpepuh jalan pintas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap ada kebutuhan yang mendadak dalam kaitannya dengan keuangan penderes selalu mencari pinjaman pada pengepul. Disisi lain pengepul dalam memberi pinjaman tanpa menuntut banyak persyaratan, biasanya hanya dengan satu syarat yaitu penderes harus setor gula pada pengepul, tentang Iamanya pinjaman biasanya tidak ada batas waktunya, karena semakin lama hutang belum terbayar maka akan semakin lama dalam “Sistem Kontrak” berakhir sehingga menj amin kelancaran pasokan gula bagi pengepul. Kenapa sistim kontrak dapat bertahan lama, ha1 ini berkaitan dengan sistim nilai sosial yang berlaku di pedesaan umumnya, yaitu pada prinsipnya masyarakat pedesaan ingin selalu menjaga keseimbangan hubungan sosial yang sudah berlaku.

The research is intended to know the relationship between ‘sugar palm trapper’ and the collector at the sub-district of Cilongok, Banyumas Regency and restricts what kind of relationship happen. The problems appear on the ‘sugar palm trapper’ is that almost all the ‘sugar palm trappers are tied to the collector. Trappers which are already tied up to the collector, are not able to release themselves from the collector. This research uses descriptive qualitative method, that is, it describes activities, utterances and attitude that can be observed. The number of respondent is 95 people. They comprise sugar palm trappers and the collectors. The research finds out that the sugar palm trappers are trapped and tied to the collector through “buying and selling contract” and then it is known as “ Contract System”. This system happens because the “sugar palm trapper” tend to take a “short cut” to fulfill their daily needs. Whenever they need something, they come to the collector to owe some money. On the other side, the collector will lend some money to them with one condition that is they have to supply “sugar palm” to the collector. The length of the time to pay back the money borrowed is not limited because the longer they have ‘debt’ the longer the “contract system” is. In this condition, the smoothness of the supply of the palm sugar is guaranteed. The “contract system” has already existed for a long time can’t be separated from the system of “social value” which is applied to the villagers. Principally, villagers want to keep the good balance of the social relationship which has been applied in their daily life. . collector to owe some money.

Kata Kunci : Hubungan Penderes,Pengepul Gula


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.