STUDI PERMUDAAN ALAM BERDASARKAN DEPOSIT BIJI TUMBUHAN DALAM TANAH PASCA LETUSAN GUNUNG MERAPI DI HUTAN KALIURANG
lKA SARI RAHADIANTI, Ir. Adriana, MP.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANDeposit biji tumbuhan dalam tanah merupakan satu dalam trianggulasi permudaan alam.. Letusan Gunung Merapi tahun menyebabkan kerusakan pada kawasan Rutan Kaliurang dan mempengaruhi ketersediaan deposit biji tumbuhan dalam tanah. Ketersediaan deposit biji akan mendukung terjadinya suksesi sekunder paska letusan.. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari gradasi perubahan dari daerah hutan alami menuju daerah hutan paska letusan dalam bentuk kelimpahan jenis, diversitas persebaran deposit biji tumbuhan dalam tanah. Lokasi penelitian adalah di Petak 6 dan Petak 7 RPH Kaliurang dan Laboratorium Silvikultur Intensif di Klebengan.. Plot yang dibuat berukuran 20 x 20 ID, masing-masing 2 plot untuk daerah alami, transisi dan paska letusan.. Pada petak 20 x 20 m dibuat subplot berukuran 5 x 5 m dan pada setiap titik simpulnya diambil sampel tanah sedalam 10 em dengan volume sampel tanah sebesar 1.130,4 em3 .. Sampel tanah tersebut dibawa ke green house untuk dikeeambahkan selama 10 minggu.. Jenis yang berkecambah dihitung dan diidentifikasi kemudian dianalisis dengan menggunakan indeks Shannon dan indeks disperse.. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kelimpahan deposit biji tumbuhan dalam tanah tertinggi pada daerah transisi dengan kelimpahan relatif terbesar berupa jenis Cyperus rotundus (Teki).. Kemudian daerah paska letuSaIl dengan kelimpahan relatif terbesar adalah jenis Cyperus rotundus (Teki). Kelimpahan terendah pada daerah alami dengan kelimpahan relatif terbesar adalah jenis Eupatorium riparium (Irengan).. Diversitas jenis deposit biji tumbuhan dalam tanah makin tinggi dari daerah alami (2,248) menuju daerah paska letusan (2,348). Pola Persebaran deposit biji dalam tanah pada daerah alami, transisi dan paska letusan didominasi oleh pola persebaran mengelompok, kemudian pola persebaran merata dan pola persebaran acak.
Kata Kunci : Deposit biji tumbuhan dalam tanah, paska letusan