Laporkan Masalah

Tanda PetikSenang hari ini, menangis kemudian hariTanda Petik Titik Dua Studi Awal Mengenai Dampak Pembangunan dan Operasi Geothermal di Sibanggor Julu

HARITS NAUFAL ARRAZIE, Khidir Marsanto Prawirosusanto, S.Ant., M.A.

2022 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Krisis iklim adalah masalah serius bagi umat manusia. Salah satu upaya untuk menguranginya adalah meninggalkan energi fosil dan mulai beralih pada energi bersih terbarukan, salah satunya adalah energi geothermal. Sebagai salah satu negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, Indonesia dituntut untuk mulai beralih pada energi terbarukan. Peralihan ini tidak mustahil karena posisi Indonesia berada di cincin api yang menjadikannya negara dengan cadangan dan potensi energi geothermal terbesar di dunia. Proyek pembangunan pemanfaatan energi geothermal pun dilangsungkan, salah satunya di Sibanggor Julu, Sumatera Utara. Namun, proyek pembangunan seperti ini acap abai dengan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan pembangunan. Dengan metode etnografi, penelitian ini coba mendiskusikan dampak dari pembangunan proyek geothermal terhadap warga Sibanggor Julu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Sibanggor Julu mengalami eksklusi dari tanah mereka, memunculkan kekhawatiran atas kehidupan di masa depan, dan perubahan-perubahan sosial lainnya.

The climate crisis is a serious problem for mankind. One of the efforts to reduce it is to stop using fossil fuels and start switching to clean-renewable energy, one of which is geothermal energy. As one of the largest carbon emitters in the world, Indonesia is required to start switching to clean-renewable energy. This transition is very plausible because Indonesia's position is in the ring of fire, which makes it a country with the largest geothermal energy reserves and potential in the world. Thus, geothermal energy development projects were carried out, one of which was in Sibanggor Julu, North Sumatra. However, development projects like these often disregard the lives of the people around the development area. Using the ethnographic method, this study tries to discuss the impact of the geothermal project development on the residents of Sibanggor Julu. The results of this study indicate that the people of Sibanggor Julu experienced exclusion from their land, which raises concerns about life in the future and other social changes.

Kata Kunci : energi geothermal, eksklusi, perubahan sosial

  1. S1-2022-413275-abstract.pdf  
  2. S1-2022-413275-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-413275-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-413275-title.pdf