ANALISIS USAHATANI LEBAH MADU BINAAN INTENSIF PERHUTANI KPH PATI ( Studi kasus di UP3 Regaloh, Perum Perhutani Unit I, Jawa Tengah)
LITA PRAWIDYA MURTI, Ir. Djoko Suharno Radite, MS
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANEfisiensi usahatani diukur dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan profitabilitas finansial usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola pengusahaan lebah madu pada petemak binaan UP3 Regaloh, (2) mengetahui kelayakan pengusahaan lebah madu dengan menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR), dan (3) mengetahui kontribusi usaha perlebahan ini terhadap pendapatan petemak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Desa sampel diambil menggunakan metode Purposive Sampling, sedangkan penentuan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan Intensitas Sampling 20 %. Model analisis yang digunakan adalah tingkat kelayakan finansial usaha pada suku bunga riil 7,41 % per tahun. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pola pengusahaan lebah madu yang digunakan adalah pemanfaatan lebah unggul Apis mellifera. Pengusahaan lebah madu ini layak untuk diusahakan yang ditunjukkan dengan nilai NPVpositif(sebesar Rp 48.511,36 pada stratum I, Rp 76.596,83 pada stratum II, dan Rp 124.772,59 pada stratum III). Nilai BCR pada masing-masing strata lebih dari satu (sebesar 1,1 pada stratum I, 1,06 pada stratum II, dan 1,07 pada stratum III). Sedangkan nilai IRR lebih besar dari suku bunga riil yang berlaku (sebesar 27,5% pada stratum I, 30 % pada stratum II, dan 31,6 % pada Stratum III). Tergantung padajumlah stup yang dimiliki oleh petemak lebah madu binaan UP3 Regaloh, pengusahaan lebah madu A. mellifera memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan petemak lebah yaitu sebesar 62,79 % pada stratum I, 22,27 % pada stratum II, dan 100 % pada stratum III.
Kata Kunci : Efisiensi usahatani, Kontribusi, Lebah madu A. mellifera