Penaksiran Potensi dan Perananya Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa (Studi Kasus Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
MARIA HENY SUSTIKARINI, Ir. Djuwadi, MS
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANperturntnlh8,n V""".I..JLu.u.u.~J.I."- yang tinggi menVt~OalDkaln ITlerulngJiCatJn.ya Ke()utlllna~n pemanfaatan lahan. Pertumbuhan juga akan kayu, baik kayu perkakas maupun kayu bakar. Pentingnya hutan dan kayu temtama bagi masyarakatdesa sangatlah tinggi dan tidak dapat diabaikan. Hutan dan kayu menyediakan makanan dan kebutuhan bagi manusia, makanan bagi temak, bahan bakar, bahan bangunan,bahan untuk industri kerajinan tangandan untuk barang utama lainnya dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga pedesaan. Hutan rakyat merupakan salah satu model pengelolaan sumber daya alam yang berdasarkan inisiatifmasyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode dasar yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purpossive Sampling. Penduduk yang dijadikan sampel sebanyak 50 orang berasal 7 dusun. Data penelitian meliputi data potensi hutan, data sosial ekonomi masyarakat, dan data pendukung yang reIevan. Pengambilan data potensi dilakukan dengan pengukuran langsung di hutan rakyat milik responden, data sosial ekonomi diperoleh melalui wawancara disertai pengisian kuisioner, dan untuk data pendukung diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan penaksiran potensi yang dilakukan diperoleh voluqle standing' stock sebesar 1.160,46 m3 dari sampel hutanrakyat dengan luas 24,85 ha. Riap total ' sebesar 114,78 m3/th. LBDS rata-rata dari lahan hutan rakyat responden adalah 7,65 m2/ha. Total volume tebangan yang dilakukan sebesar 69,85 rn3/th. Tebangan yang dilakukan lebih sedikit dibanding dengan riap total maka kelestarian hutan rakyat dapat terjaga. Pendapatan rata-rata yang diterima oleh setiap, responden dalam satu tahun adalah Rp 5.086.840. Pendapatan ini berasal dati limajenis sektor, yaitu sektor petemakan Rp 814.100, sawah Rp 201.960, dari pekarangan dantegalan Rp 906.780, dan pekerjaan di luar pertanian Rp 2.328.000, dan dari penjualan kayu hutan rakyat Rp 836.000. Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat maka responden termasuk keluarga tidak miskin. Pendapatan dan lahan hutan rakyat memberikan kontribusi sebesar 16,43 % dati total pendapatan responden.
Kata Kunci : hutan rakyat, kelestarian, penaksiran potensi.