ECONOMIC POTENTIALS OF THE USI PROGRAM THROUGH THE PERSPECTIVE OF POSITIVE EXTERNALITIES AND HUMAN DEVELOPMENT: COMPARATIVE ANALYSIS OF SALT FORTIFICATION PROGRAM IN THE US, CHINA, AND INDONESIA
TRISIGIT BASKORO P, Treviliana Eka Putri, MIntSec.
2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSejak awal tahun 1990-an, program Universal Salt Iodization (USI) bertujuan untuk menanggulangi kekurangan yodium yang akan menyebabkan ancaman penyakit gondok dan gangguan mental. Sebagai negara yang mengalami endemis penyakit gondok pada akhir tahun 1980 dan menerapkan upaya-upaya USI, Indonesia masih kurang berkomitmen untuk memenuhi target tersebut dikarenanakan pemerintah lebih memilih untuk mengabaikan program tersebut karena pandangan yang salah terkait rendahnya tingkat pengembalian investasi yang ada pada program kesehatan masyarakat, sedangkan pada kenyataannya, ini tidaklah benar. Penelitian ini mencoba melihat eksternalitas positif dan manfaat pembangunan yang diberikan oleh program USI untuk mengubah pandangan sebelumnya. Selanjutnya, eksternalitas dan manfaat pembangunan akan didasarkan dari kasus negara Tiongkok dan AS sebagai negara terdepan karena kedua negara ini telah mencapai 90% cakupan garam beryodium di negara mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa garam beryodium terbukti mampu mendongkrak prestasi akademik siswa di Tiongkok dan meningkatkan kekuatan ekonomi tenaga kerja di AS. Hasil dari Tiongkok dan AS ini kemudian menjadi gambaran eksternalitas positif dan manfaat pembangunan yang akan dibawa program USI untuk Indonesia jika intensifikasi program diupayakan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pergeseran pandangan para pemangku kepentingan dan pemerintah untuk melihat program kesehatan masyarakat sebagai sektor strategis, yang sebelumnya dianggap non-strategis, karena eksternalitas dan manfaat non-kesehatan-publik lainnya yang dilupakan dalam perhitungan dan diskusi.
Since the early 1990s, the Universal Salt Iodization (USI) program has aimed to fulfill iodine deficiency that would lead to threats of goiter and mental impairment. As a country that underwent endemic goiter in the late 1980 and adopted USI measures, Indonesia is still lacking the commitment to meet the targets as the government would rather neglect the program due to misperceptions of low economic return on investment that a public health program has, while in reality, this is not true. This research tries to examine the positive externalities and developmental benefits that the USI program gives to alter the previous view. Further, the externalities and developmental benefits will be based on the cases of leading countries of China and the US, as these two countries have achieved 90% of iodized salt coverage in their countries. The results found that salt iodization is proven to be boosting the academic achievements of students in China and increase the economic power of labor in the United States. These results from China and the US are then becoming the basis of illustration of the positive externalities and developmental benefits that the USI program will bring to Indonesia if the program intensifies. Therefore, it is hoped that this research would contribute to the shifting view of the stakeholders and government to view public health programs as a strategic sector, which was previously seen as non-strategic, due to the externalities and other non-public health benefits that are missed out in the calculation and discussion.
Kata Kunci : Universal Salt Iodization (USI) Program, Positive Externalities, Human Development, Indonesia, China, United States