Akomodasi Rezim Internasional terhadap Imigran Iklim: Studi Kasus Imigran Iklim Akibat Kenaikan Permukaan Air Laut di Kepulauan Pasifik
AMADEUS DANIEL UTOMO, Dr. Dafri Agussalim, MA
2022 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini menganalisis fenomena imigran iklim yang pada saat ini kurang mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Kerangka Internasional yang dibuat dan dijalankan oleh UNHCR pada saat in masih belum mampu mengakomodasi imigran iklim. Sementara itu, banyak wilayah yang akan tenggelam dalam waktu dekat karena kenaikan permukaan air laut, sehingga dapat meningkatkan angka keterlantaran. Salah satu kasus yang juga menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini adalah kasus Kepulauan Pasifik. Kepulauan Pasifik dalam waktu dekat, akan tenggelam dan tidak dapat ditinggali, dan menyebabkan peningkatan angka imigran iklim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif interpretif dengan konsep IDP (Internally Displaced Persons) dan Imigran Iklim, dalam melihat sejauh manakah kerangka internasional telah mengakomodasi imigran iklim, dan seberapa signifikan peran dari rezim pengungsi internasional. Penelitian ini menemukan bahwa rezim pengungsi internasional memiliki peran yang begitu signifikan dalam usaha mengakomodasi imigran iklim, karena kebijakan Rezim pengungsi internasional dapat menjadi variabel intervensi antara sikap dan aksi dari negara-negara berdaulat. Namun demikian, akomodasi kebijakan rezim pengungsi internasional sampai saat ini masih belum mencukupi karena tidak adanya kerangka internasional yang mengakomodasi imigran maupun pengungsi. Kerangka kebijakan belum menyebutkan proses iklim sebagai pendorong keterlantaran maupun perpindahan.
This research analyzes the phenomenon of climate migration that has little to no attention from the international world. International Framework that has been made and enforced by UNHCR still cannot accommodate the phenomenon of climate migration. Whereas nowadays, many places around the world will be submerged under the sea level which will cause an increase in climate migration. One of the cases is the small island states of Pacific Islands countries, which is one of the main focuses of this research. The Pacific Islands in the near future will be submerged and therefore deemed uninhabitable and will cause an increase in climate migration. This research uses a qualitative research method with an interpretive approach, with the concept of IDP (Internally Displaced Persons) and climate migrants, to analyze to what extent the international framework has been accommodating the climate migrants, and how significant is the accommodation of the international regime. This research has found that the international regime has a significant role in accommodating climate migrants, in the sense that their policies and frameworks can be an intervening variable between the behaviour and action of sovereign states. Unfortunately, however, their accommodation to this day is not sufficient. This is due to the fact that there are no international frameworks in displacement and migration that mentions the climate process as one of the causes of displacement and migration.
Kata Kunci : IDP, Imigran Iklim, Rezim Internasional, Kerangka Internasional, UNHCR, Proses Iklim, Kenaikan Permukaaan Air Laut, Kepulauan Pasifik