TUMBUHAN BAWAH SEBAGAI "INDIKATOR" KUALITAS TEMPAT TUMBUH HUTAN JATI
BIRAWA, Ir.Atmodjo Thojib M.S
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANIndonesia sebagai negara tropis yang memiliki banyak keanekaragaman hayati yang tinggi dan memerlukan suatu usaha yang tidak mudah untuk dapat mengelola dengan baik. Sebagai negara tropis sudah barang tentu Indonesia memiliki berbagai macam jenis hutan, salah satunya adalah hutan jati..Hutan jati di Indonesia khususnya yang ada di Jawa merupakan salah satu potensi yang harus dimanfaatkan secara sebaik-baiknya. Untuk dapat mengatur produktifitasnya biasanya pengaturan ke1as hutan dilakukan dengan dasar kualitas tempat tumbuhnya atau sering dikenal sebagai bonita. Bonita ditentukan dengan menghitung 100 pohon tertinggi dalam 1 Ha, namun pada metode ini subyektifitas pengukur masih sangat mempengaruhi. Pada penelitian ini akan mencoba apakah tumbuhan bawah dapat dipakai sebagai "indikator" kualitas tempat tumbuh dalam hutan jati. Pene1itian ini dilakukan pada kelas bonita 2.5 sampai 4, dan berada pada kawasan KPH Randublatung RPH Ngliron. Sampe1 yang digunakan sebanyak 12 titik dengan tiap titik dibuat 20 PU. Metode pen~hitungan dilakukan dengan mencari nilai INP dan menggunakan Indek Kesamaan. Dengan menggunakan Indek Kesamaan temyata diperoleh kesamaan dalam setiap kelas bonita dan juga diketahui beberapa jenis tumbuhan bawah yang dapat dipakai sebagai "Indikator". Jenis-jenis spesies yang bisa sebagai "indikator" adalah Ficus septica (Awar) , Tridax procumbens (Srunen), Leucaena glauca (Kemladingan), Centrosoma sp (Timunan), Clibadium surinamense, Malva sylvestris (Lejurang) , Eryngium foetidum (Jintenan) pada bonita 4, Streblus asper (Serut), Callicarpa longifolia (Gambiran), Vitis lanceolaria (Waliran), Costus speciousus (Pacing) pada bonita 3.5, Macaranga javanica (Trutup), Cyperus rotundus (Teki) , Heliotropium indicum (Apekan), Mimosa pudica (Putri Malu) pada bonita 3 dan Flacourtica inermis (Saradan) pada bonita 2.5.
Kata Kunci : tumbuhan bawah dan Indek Kesamaan Komunitas