HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN SIKLUS ESTRUS PADA KAMBING SAPERA DI CV. SAHABAT TERNAK
MEGAWATI ANDI, Prof. Ir. Diah Tri Widayati, MP., Ph.D., IPM; Ir. Yustina Yuni Suraningdyah, MS., Ph.D., IPM.
2022 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan siklus estrus pada kambing Sapera (persilangan Saanen dan Peranakan Ettawa). Penelitian ini dilakukan di CV Sahabat Ternak. Sepuluh induk kambing Sapera pada periode laktasi ke-1 dan laktasi ke-2 dengan body condition score 3, dibagi menjadi 2 grup berdasarkan paritas. Grup I (paritas 1, n=5), dan grup II (paritas 2, n=5). Kambing Sapera diberi pakan berupa konsentrat sebanyak 1kg/hari dan ampas jagung yang dicampur dengan kangkung kering sebanyak 2 kg/hari dan air minum diberikan secara ad libitum. Data yang diamati meliputi respon estrus dan sitologi vagina. Pengamatan respon estrus dilakukan berdasarkan pengamatan visual yang meliputi pengamatan pembengkakan vulva, warna vulva, lendir servik, pH vagina dan suhu vagina. Siklus estrus ditentukan berdasarkan pengamatan sitologi epitel vagina dengan menggunakan vaginal smear setiap dua hari sekali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi untuk melihat hubungan antara paritas kambing Sapera dengan siklus estrus. Hasil penelitian menujukkan bahwa koefisien korelasi pada kelompok paritas 1 dengan gejala visual estrus, meliputi nilai pH, warna vulva, bengkak vulva, lendir vagina, populasi sel superficial dan suhu vagina, secara berturut turut yaitu 0,307, -0,156, 0,000, 0,218, 0,312, dan 0,195. Koefisien korelasi pada kelompok paritas 2 dengan gejala visual estrus meliputi nilai pH, warna vulva, bengkak vulva, lendir vagina, populasi sel superficial, dan suhu vagina secara berturut-turut yaitu -0,456, -0,745, -0,444, -0,248, 0,213, dan 0,269. Panjang siklus estrus kambing Sapera pada kelompok paritas 1 yaitu berkisar antara 22-32 hari dengan koefisien korelasi 0,296, sedangkan pada kelompok paritas 2 yaitu berkisar 22-30 hari dengan koefisien korelasi 0,313. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan korelasi antara paritas dengan siklus estrus pada Kambing Sapera.
The aim of the study was to determined the relationship between parity and estrus cycle in Sapera goats (Saanen Ettawa Crossbred) at CV. Sahabat Ternak. Ten Sapera goats in the 1stand 2nd lactation periods with a body condition scoreof 3. Ten Sapera goats divided into two groups based on parity. Group I (parity 1, n=5) and group II (parity 2, n=5). The Sapera goats were feed with concentrate (kg/day) and corn dregs mixed with dry kale (2 kg/day) and water was given ad libitum. The data observed included estrus response and vaginal cytology. Estrus response observation was based visual observations on vulva swelling, vulva color, cervical mucus, vaginal pH and vaginal temperature. The estrus cycle was determined based on vaginal epithelial cytology observations using a vaginal smear every two days. The data obtained were analyzed using a correlation test to see the relationship between parity of the Sapera goat and the estrus cycle. The results showed, the correlation coefficient in the parity 1 group with the estrus cycle (pH value, vulva color, vulva swelling, vaginal mucus, superficial cell population and vaginal temperature) were 0.307, -0.156, 0.000, 0.218, 0.312 and 0.195. The correlation coefficients in the parity 2 group with estrus cycles (pH value, vulva color, vulva swelling, vaginal mucus, superficial cell population and vaginal temperature) were -0.456, -0.745, -0.444, -0.248, 0.213, and 0.269. The length of the estrus cycle of Sapera goats in the parity 1 group ranged from 22-32 days with a correlation coefficient of 0,296, while in the parity group 2, it ranged from 22-30 days with a correlation coefficient of 0,313. Based on the research conducted, there is no correlation between parity and the estrus cycle in Sapera Goats.
Kata Kunci : Kambing Sapera, paritas, Siklus estrus, Sitologi vagina