Laporkan Masalah

Pemakaian kontrasepsi wanita pekerja di kecamatan Pasarkemis kabupaten Tangerang

Indah K. Pratiwi, Drs. Tukiran, M.A.

1992 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini membicarakan masalah pemakaian kontrasepsi pada wanita pekerja di Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang. Obyek penelitian yang dipilih ialah wanita pekerja berstatus kawin sebab dualisme peran pada aktivitas ekonomi sebagai pekerja di lain pihak kewajiban sebagai ibu rumah tangga dalam keluarga tidak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) kualitas pemakaian kontrasepsi wanita pekerja di wilayah industri dan non industri 2) karakteristik akseptor wanita pekerja industri dan non industri 3) faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian kontrasepsi. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1) wilayah industri mempunyai kualitas pemakaian kontrasepsi yang berbeda dengan wilayah non industri 2) waktu bekerja yang lama dengan singkat mempunyai perbedaan lama pemakaian kontrasepsi 3) terdapat perbedaan yang berarti pada pemakaian MKET antara umur muda dengan umur tua 4) ada perbedaan cara memperoleh kontrasepsi antara status sosial ekonomi redah dengan yang lebih tinggi 5) wanita pekerja berpendidikan tinggi mempunyai perbedaan status pemakaian kontrasepsi dengan yang berpendidikan rendah 6) terdapat perbedaan pemakaian kontrasepsi antara yang menginginkan jumlah anak ideal sedikit dengan anak ideal banyak. Untuk mencapai tujuan serta membuktikan hipotesis, tahapa penelitian diawali oleh wawancara dengan responden yang berjumlah 150 orang masing-masing 75 orang dari Desa Kutajaya dan Desa Sukaharja. Pegambilan sampel dilakukan secara acak dan berimbang menurut komposisi pekerjaan wanita pekerja. Responden adalah wanita pekerja usia subur atau 15 – 49 tahun berstatus kawin dan tinggal di Desa Kutajaya dan Desa Sukaharja. Desa sampel dipilih berdasarkan pertimbangan ciri lapangan pekerjaan yang berbeda di mana Desa Kutajaya mewakili wilayah industri dan Desa Sukaharja mewakili wilayah non industri. Data primer yang dikaji dari responden adalah a) karakteristik responden yaitu umur, pekerjaan, pendidikan, penghasilan, pemilikan materi dan jumlah anggota rumah tangga b) keterangan kelahiran anak c) praktek kontrasepsi d) preferensi fertilitas dan e) riwayat pekerjaan. Analisis data untuk hipotesa pertama diuji dengan analisis Regresi Multivariat sedangkan hipotesis kedua sampai keenam diuji dengan Kai Kuadrat. Hasil penelitian memberikan temuan sebagai beikut : 1) Wilayah industri Desa Kutajaya mempunyai kualitas pemakaian kontrasepsi yang lebih tinggi diukur dengan lama pemakaian kontrasepsi lebih lama, cara memperoleh kontrasepsi makin mandiri. Elemen pengukur ketiga pada kualitas pemakaian kontrasepsi yaitu pemakaian MKET tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata antara wilayah industri dengan non industri. 2) Akseptor wanita pekerja industri yang berumur muda dan berpendidikan tinggi, mempunyai anak masih hidup lebih sedikit daripada akseptor wanita pekerja non industri memepengaruhi perbedaan kualitas pemakaian kontrasepsi dan persentase pemakaian kontrasepsi yang lebih tinggi pada wilayah industri. 3) Pemakaian kontrasepsi dipengaruhi oleh pendidikan ibu yang tinggi dan jumlah anak ideal sedikit. Pada wilayah non industri pemakaian kontrasepsi hanya dipengaruhi oleh pendidikan sedangkan antara jumlah anak ideal tidak berpengaruh pada status pemakaian kontrasepsi.

Kata Kunci : Kontrasepsi,Wanita pekerja,Pasarkemis,Tangerang,Jawa Barat

  1. S1-GEO-1992-Indah_K__Pratiwi-abstract.pdf  
  2. S1-GEO-1992-Indah_K__Pratiwi-bibliography.pdf  
  3. S1-GEO-1992-Indah_K__Pratiwi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-GEO-1992-Indah_K__Pratiwi-title.pdf