Laporkan Masalah

Pemetaan data produksi bahan makanan pokok propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1985 sampai tahun 1989

Kusni Handayani, Drs. mas Sukoco, M.S.

1991 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di Propinsi Dearah Istimewa Yogyakarta yang meliputi empat Kabupaten dan satu Kotamadya. Adapun tujuan penelitian ini adalah menyajikan data produksi dan bahan makanan pokok dan imbangan antara produksi dan konsumsi strandard bahan makanan pokok dalam bentuk peta serta mengevaluasi peta-peta yang dihasilkan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data sekunder yaitu mengambil data yang sudah tersedia tanpa mengkaitkannya dengan penelitian langsung di lapangan (data diperoleh dari catatan), data disalin ke dalam tabel yang telah disiapkan dan dikelompokkan per unit Kecamatan. Adapun data yang dikumpulkan berupa data pokok dan data bantu. Metode pemetaannya menggunakan simbol titik, simbol garis, dan simbol area. Sedangkan metode evaluasinya dilakukan dengan cara membandingkan antara peta satu dengan peta yang lainnya. Peta-peta yang dihasilkan adalah berupa peta administrasi, peta kepadatan penduduk tahun 1989, peta pertumbuhan penduduk tahun 1985-1989, peta luas areal penggunaan lahan pertanian berdasarkan pengairannya, peta rata-rata produktivitas lahan pertanian, peta pertumbuhan produksi bahan makanan pokok, peta perkembangan produksi bahan makanan pokok, peta rata-rata produksi bahan makanan pokok dan peta imbangan antara produksi dan konsumsi standard. Dari peta yang dihasilkan dapat diketahui bahwa tinggi rendahnya produksi bahan makanan pokok ini dari tiap-tiap Kecamatan tidak sama, karena hal ini disebabkan oleh luas atau sempitnya lahan pertaniannya. Sedangkan tinggi rendahnya produktivitas lahan pertanian dipengaruhi oleh kecocokan jenis tanaman bahan makanan pokok dengan kondisi fisik daerahnya, disamping itu sarana pertanian lainnya terutama sarana pengairan turut menetukan jenis dan kuantitas produksi bahan makanan pokok dari tahun 1985 sampai tahun 1989 masih dapat mengimbangi konsumsi standardnya, bahkan dapat dikatakan telah mencapai swasembada pangan. Kondisi ini perlu dipertahankan mengingat jumlah penduduk semakin meningkat sedangkan kemampuan peningkatan produksi mempunyai batas optimum.

Kata Kunci : Pemetaan bahan makanan,DIY,Produksi bahan makanan pokok

  1. S1-GEO-1991-Kusni_Handayani-abstract.pdf  
  2. S1-GEO-1991-Kusni_Handayani-bibliography.pdf  
  3. S1-GEO-1991-Kusni_Handayani-tableofcontent.pdf  
  4. S1-GEO-1991-Kusni_Handayani-title.pdf