Laporkan Masalah

Studi tentang pemilihan bentuk rumah tempat tinggal campuran dan non Toraja bagi suku Toraja pada empat desa di kabupaten Tanah Toraja tahun 1979-1989

Johanis Parerungan, Drs. Soewadi Moelyowiyono, M.S.

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui faktor penggerak perubahan pemulihan bentuk rumah tempat tinggal bagi masyarakat Toraja serta alasan mengapa cenderung memilih rumah tempat tinggal berbentuk campuran (hybrid) dan berbentuk no-Toraja. Daerah penelitian meliputi empat desa di Kabupaten Tana Toraja, Propinsi Sulawesi Selatan, yaitu desa Bungin, Sarira, Tikunna, Malenong dan Tondon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai, sedang teknik penentuan daerah penelitian digunakan metode purposive. Responden adalah suku Toraja yang tinggal menetap pada daerah penelitian dan berada dalam suatu garis keturunan yang bersifat lurus ke atas atau ke bawah. Populasi di stratifikasi dengan menggunakan kriteria bentuk rumah. Jumlah sampel diambil 15 persen dari jumlah populasi yaitu 120 kepala keluarga. banyaknya sampel di tiap stratum ditentukan dengan cara proporsional random sampling, sedang jumlah sampel dari tiap stratum di masing-masing desa diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor penggerak perubahan pemilihan bnetuk rumah tempat tinggal suku Toraja yaitu faktor yang bersala dari dalam dan dari luar masyarakat. faktor dalam berupa gagasan, ide dan jumlah anggota keluarga yang dimiliki dan tingkat pendapatan. Kepala keluarga yang memiliki jumlh anggota keluarga besar, yaitu lebih dari 5 orang cenderung memilih rumah bentuk campuran (77,38 persen), demikian pula yang tingkat pendapatannya rendah sampai sedang (82,86 persen), memilih bentuk rumah tempat tinggal campuran. Faktor ide yang menjadi penggerak pemilihan bentuk rumah berasal dari tingkat pendidikan dan jenis mata pencaharian yang dicapai oleh kepala keluarga. bagi kepala keluarga yang tingkat pendidikannya sedang, yaitu tamat sekolah lanjutan (81,54 persen) dan mata pencahariannya pada nonpetani (76,92 persen) memilih rumah dengan bentuk campuran. Faktor penggerak yang berasal dari luar adalah berupa hasil-hasil budaya yang antara lain tingkat aksesebilitas dan tingkat kekuatan adat. Kepala keluarga yang bertempat tinggal pada desa yang tingkat aksesebilitasnya tinggi dan tingkat kekuatan adatnya lemah, cenderung memilih bentuk rumah tempat tinggal campuran (71,64 persen).

Kata Kunci : Bentuk rumah,Perumahan,Tempat Tinggal,Makale,Sanggalangi,Tana Toraja,Sulawesi Selatan

  1. GEO-1991-Johanis_Parerungan-abstract.pdf  
  2. S1-GEO-1991-Johanis_Parerungan-bibliography.pdf  
  3. S1-GEO-1991-Johanis_Parerungan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-GEO-1991-Johanis_Parerungan-title.pdf