Usaha tani sistem surjan di kecamatan Wates kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1990
Jamaluddin, Drs. Ig. Sugiman, M.S.
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSkripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai usaha tani sistem surjan di Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan ativitas petani dalam usaha taninya pada musim kemarau dan musim hujan, selain selain itu ingin mengetahui nilai produksi usaha tani baik per musim maupun dalam setahun. Untuk memperoleh gambaran keuntungan atau manfaat usaha tani menggunakan sistem surjan perlu dibandingkan dengan usaha tani nonsistem surjan, yaitu mengetahui nilai produksi dan prduktivitas lahan usaha tani antara usaha tani sistem surhan dan usaha tani nonsistem surjan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei, data yang diambil berasal dari data primer dan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari dinas dan instansi yang mempunyai kaitan dengan penelitian ini. Untuk pengambilan data primer lebih dahulu menentukan daerah sampel yang diharapkan dapat mewakili daerah penelitian terutama yang terdapat lahan usaha tani yang digenangi air akibat surah hujan dan menggunakan sistem surjan. Daerah penelitian yang dijadikan daerah sampel yaitu Desa Triharjo dan Desa Karangwuni, sedangkan jumlah responden sebanyak 90 KK, yang terdiri atas 45 KK di Desa Triharjo dan 45 KK di Desa KarangwunI. Dalam menganalisis data digunakan teknis analisis tabel frekuensi dan analisis statistik uji “t”. Hasil analisis terdapat perbedaan nyata pencurahan jam kerja, dalam usaha tani sistem surjan antara musim kemarau dan musim hujan, yaitu jumlah rata-rata pencurahan jam kerja pada musim kemarau sebesar 394 jam kerja per musim dan pencurahan jam kerja pada musim hujan sebesar 348 jam kerja per musim, sednagkan nilai produksi usaha tani tersebut antara musim kemarau dan musim hujan nampaknya berbeda pula, yakni sebesar Rp. 582.000,00 pada musim kemarau dan Rp. 382.000,00 pada musim hujan dengan rata-rata luas lahan garapan 0,165 hektar. Keuntungan udaha tani sistem surja dapat menghasilkan nilai produksi lebih besar daripada usaha tani nonsistem surjan, yaitu rata-rata nilai produksi usaha tani sistem surjan sebesar Rp.988.000,00 per tahun dan rata-rata nilai produksi usaha tani nonsistem surjan sebesar Rp. 543.000,00 per tahun. Demikian pula halnya dengan rata-rata nilai produktivitasnya lahan pertanian sistem surjan dan nonsistem surjan, masing-masing menunjukkan bahwa jumlah rata-rata nilai produktivitas lahan pertanian surjan sebesar Rp. 5.906.000,00 per hektar per tahun, dan jumlah rata-rata nilai produktivitas lahan pertanian nonsistem surjan sebesar Rp. 3.306.000,00 per hektar per tahun.
Kata Kunci : Usahatani sistem surjan,Pertanian,Aktivitas petani,Produksi Padi,Nilai Produksi,Wates,Kulonprogo,DIY