Laporkan Masalah

STUDI PERBANDINGAN METODE UNIFORM SYSTEMATIC DISTRIBUTION SAMPLING (USDS) DENGAN POINT SAMPLING PADA PENAKSIRAN LUAS BIDANG DASAR (LBDS) TEGAKAN Pinus merkusii Jungh et de Vriese

ROKIM, Dr. Ir. Ronggo Sadono

2005 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kegiatan inventore untuk penaksiran luas bidang dasar pada Kelas Perusahaan Hutan Tanaman Pinus pada umumnya masih menggunakan Metode Uniform Systematic Distribution Sampling. Metode ini membutuhkan banyak waktu, tenaga kerja dan biaya. Metode yang dikenal sebagai Point Sampling agaknya dapat dijadikan sebagai altematif penggantinya karena lebih hemat waktu, tenaga kerja dan biaya. Namun demikian, masih perlu dilakukan uji perbandingan apakah keduanya menghasilkan taksiran yang berbeda nyata ataukah tidak, termasuk faktor kecermatan taksiran masing masing metode. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah taksiran lbds/ha kedua metode inventore berbeda nyata atau tidak, mengetahui sejauh mana kecermatannya masing-masing, membandingkan kedua metode dalam hal teknis pelaksanaannya dan menentukan metode yang sebaiknya digunakan untuk tujuan penaksimn luas bidangdasar. Analisis dilakukan dengan uji berpasangan taksiran lbds/ha kedua metode pada taraf peluang 0,05, perbandingan Presisi, pe]aksariaan di lapangan dan kemudian disimpulkan mengenai metode yang sebaiknya digunakan. Pelaksanaan Metode USDS dilakukan dengan Intensitas Sampling (IS) 5 % dan petak ukumya berbentuk lingkaran sedangkan Metode Point Sampling dilakukan dengan pembidikan pohon-pohon dengan tongkat Bitterlich dengan kombinasi panjang tongkat, lebar celah pandang, Basal Area Factor (BAF) yang paling sesuai dengan karakter kerapatan tegakan yang dihadapi. Penelitian dilakukan di Anak Petak 18a, RPH Temanggal, BKPH Magelang, KPH Kedu Utara, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Hasil analisis menunjukkan bahwa taksiran lbds/ha kedua metode tidak berbeda nyata. Metode Point Sampling memiliki tingkat kecermatan lebih tinggi ( P = 13,28 %) dibandingkan dengan Metode USDS ( P = 18,35%). Dalam pelaksanaannya di Japangan, Metode Point Sampling lebih praktis dan fleksibel. Berdasarkan kriteria tersebut maka disimpulkan bahwa metode yang seharusnya digunakan lllltuk tujuan penaksiran luas bidang dasar adalahPoint Sampling.

Kata Kunci : Inventore, kecermatan, bidang dasar

  1. S1-2005-150084_Abstract.pdf  
  2. S1-2005-150084_Bibliography.pdf  
  3. S1-2005-150084_Table_of_Content.pdf  
  4. S1-2005-150084_Title.pdf