KAJIAN NERACA AIR SECARA HIDROMETEOROLOGI DI DAERAH TANGKAPAN AIR GAJAH MUNGKUR KABUPATEN WONOGIRI
FERMINA YEUYANAN , Ir.Hj. Sri Astuti Soedjoko
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANAir mempak:an sumber daya alam yang sangat vital. Perkembangan pembangunan di bidang pemukirnan, pertanian, perkebumm, industri, eksplo:itasi sumber daya alam bempa penambangan dan eksploitasi hutan telah berdampak terhadap merosotnya hasil air suatu DAS baik kualitas rnaupun kuantitas. Penelitian ini tidak: lepas dari isu yang rnengaitkan kemerosotan hasil air terhadap penutupan dengan jenis vegetasi tertenni (Pinus spp). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk rnengetahui neraca air secara hidrorneteorologi kawasan berhutan pinus di DT A Gajah Mungkur. Neraca air adalah konsep yang menjelaskan hubungan antara aliran masuk dan aliran keluar di suatu daerah dalam periode tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Persamaan Neraca Air menurut Thornthwaite dan Mather (1957). Metode ini menggunak:an input data-data hidrometeorologi bernpa curah hujan bulanan, suhu udara rata-rata bulanan, data panjang perakaran tanaman, dan sifat fisik tanal1. Data lengas tanah dipergum:,kan untuk pembanding infonnasi keadaan SlLrplus dan defisit air kawasan. Beberapa parameter yang dihitung adalah besamya evapotranspirasi potensial, Water Holding Capacity, surpuls dan defisit, nm-off' dan lengas tanah. Water holding capacity mernpakan fungsi dari tekstur tanah dan panjang perakaran tanaman. Evapotranspirasi potensial dihitung menggunakan data suhu udara rata-rata bulanan dan fak:tor koreksi berdasarkan bulan dan letak lintang' daerah penelitian. Nilai Storage (ST) dihitung berdasarkan fungsi dari Water Holding Capacity. Setelal1 nilai Storage (ST) diperoleh mak:a dapat ditentukan besarnya deft.sit dan surplus air yang terjadi. Debit nm-off diperoleh dari surplus. Lima puluh persen dari surplus akan menjadi run-off sedangkan Ii.ma puluh persen dari sisanya ditambahkan pada bulan berikutnya. Hasil dari analisis· neraca air dipergunak:an untuk menentukan indeks kekeringan daerah tersebut. Lengas tanal1 diukur dengan Neutron Probe CPN 305. Hasil penelitian menunjukan DT A Gajah Mungkur mengalami defisit air pada periode bulan ke1ing (Mei-Oktober 2004) sebesar 386,41 mm atau 12,72 % dari presipitasi tahunan dengan kisaran antara 21,17 mm sampai 92,04 mm. DTA Gajah Mungkur juga mengalami surplus air pada periode bulan basal1 (April dan November 2004-Maret 2005) sebesar 2606,51 mm atau 85,81 % dari presipitasi tahunan dengan nilai berkisar antara 12,23 mm-932,41 mm. Surplus air dalam bentuk run-off yang terjadi pertahun sebesar 1874,24 mm. Evapotranspirasi potensial yang terjadi pertahun adalah 1274,68 mm. Indeks kekeringan DTA sebesar 30,27%, angka tersebut menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki tingkat kekurangan air sedang. Selama periode April 2004-Febrnari 2005 fluktuasi nilai kadar lengas tanah pada berbagai kedalaman mempunyai kecendemngan yang sama (30-48%). Kadar lengas tertinggi terjadi pada kedalaman 240 cm dan terendah pada kedalarnan 15 cm. Air yang tersimpan pada OT A dalam bentuk lengas dan air tanali.
Kata Kunci : neraca air, hidrometeorologi, evapotranspirasi, defisit, surplus, run-off,