RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP SULFAT UJUNG DATANG KAYU Acacia auriculiformis A. Cunn. ex.Benth DARI GUNUNG KIDUL PADA TIGA UMUR DAN KONSENTRASI SULFIDITAS
MECKY ADITYA EKA PUTRA , Dr. Ir. Sri :Nugroho Marsoem, M. Agr.
2005 | Skripsi | S1 KEHUTANANcacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth tennasuk: jenis tanaman yang mampu tumbuh dengan baik pada tanah kering dan kurang subur sehingga cocok ditanam dan banyak dijumpai di Gunung Kidul yang merupakan daerah kekurangan air. Untuk lebih meningkatkan peran tanaman Akasia dari daerah ini sebagai bahan baku altematif pulp dan kertas telah dilakuk:an percobaan pengolahan kayu Akasia dari bagian ujung pohon bebas cabang menjadi pulp sulfat. Kayu yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari pohon berumur 5, 10, dan 15 tahun yang keseluruhannya berjumlah 9 pohon. Pemasakan menggunakan proses sulfat dengan variasi sulfiditas 21, 23, dan 25%, alkali aktif 17%, lama pemasakan 2,5 jam, dan suhu maksimum 170°C. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjuk:kan bahwa rendemen pulp tersaring berkisar antara 25,74 sampai 30,93% dengan rerata 29,11%; bilangan kappa antara 5,40 sampai 16,18 dengan rerata 10.51; indeks sobek antara 5,90 sampai 7,17 mN m2/g dengan rerata 6,24 mN m2/g; ketahanan lipat antara 84;60 sampai 673,40 kali dengan rerata 261,04 kali; indeks retak antara 4,98 sampai 6,68 kPa m2/g dengan rerata 5,62 kPa m2/g; indeks tarik antara 59,56 sampai 72,59 Nm/g dengan rerata 65,07 Nm/g. Pulp yang dihasilkan memiliki kekuatan yang tinggi, bahkan indeks retak dan tarik memenuhi standar SNI untuk kayu jarum tidak diputihkan Berdasarkan analisis keragaman diketahui bahwa pengaruh umur dan sulfiditas serta interaksi dari masing-masing faktor tunggal memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap nilai rendemen dan sifat fisik lembaran pulp. Hal ini berarti bahwa sebagai upaya penghematan biaya produk:si dan pengurangan pencemaran lingkungan maka pengolahan kayu akasia menjadi pulp dapat digunakan dengan menggunakan sulfiditas 21 % dan pohon Akasia umur 5 tahun telah dapat memberi basil sebaik pohon yang lebih tua. Selain itu basil pemelitian juga mengindkasikan kemungkinan pendaya gunaan peran tanaman akasia melalui pemanfaatan bagian ujung pohon tersebut sebagai bahan baku pulp sementara bagian pangkalnya dapat ditujuk:an untuk kegunaan lain yang memberi nilai tambah lebih tinggi seperti misalnya untuk pembuatan kayu gergajian.
Kata Kunci : Acacia auriculiformis, umur, sulfiditas, proses sulfat, pulp